IP
Showing posts with label Structure. Show all posts
Showing posts with label Structure. Show all posts

3.7.12

Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam

Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam sangat dibutuhkan apabila kita ingin membuat bangunan yang memiliki beban tetap yang berat. Ketika kita ingin membuat sebuah rumah yang memiliki lebih dari dua lantai, tentunya kita akan menggunakan pondasi yang kokoh untuk menopang beban bangunan diatasnya. Dan biasanya type pondasi tapak atau pondasi cakar ayam juga digunakan pada bangunan lantai satu tetapi dibangun didaerah yang kondisi tanahnya labil atau lembek. Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam akan membatu proses pembuatan besi tulangan pondasi dan juga menjelaskan kebutuhan material besi yang dibutuhkan. Jika kita sudah memiliki Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam kita bisa segera memesan kerangka besinya atau membuatnya sendiri.

Ini adalah contoh Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam yang dibuat oleh konsultan teknik yang menggambar dan mendesain rumah minimalis modern impian saya.

Gambar-Detail-Pondasi-Tapak-atau-Pondasi-Cakar-Ayam
Denah Pondasi Rumah Minimalis Modern

Gambar diatas adalah gambar denah pondasi, perhatikan tanda huruf yang dilingkari A-B-C-D, simbol tersebut menerangkan potongan pondasi yang akan dibuatkan Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam dengan skala 1 : 20 artinya gambarnya akan lebih besar dan lebih detail. Dan Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam yang saya maksud adalah :

Gambar-Detail-Pondasi-Cakar-Ayam
Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam

Gambar Detail Pondasi Tapak atau Pondasi Cakar Ayam diatas menerangkan potongan gambar detai :
  • Gambar Pondasi Detail A adalah Pondasi Batu kali yang dipasang dibelakang berfungsi sebagai penahan dinding pagar beton.
  • Gambar Pondasi Detail B adalah Kerangka Besi pondasi tapak atau pondasi cakar ayam yang dipasang ditengah bangunan dengan ukuran 120 cm x 120 cm tetapi realitanya saya buat cuma 1 m x 1 m.
  • Gambar Pondasi Detail C adalah Pondasi Batu kali yang terletak didalam bangunan diantara pondasi tapak atau pondasi cakar ayam.
  • Gambar Pondasi Detail D adalah kerangka besi untuk pondasi tapak atau pondasi cakar ayam yang terletak disebelah kanan dan kiri bangunan artinya dipasang pada perbatasan kedua belah sisi tanah kavlingan.

Sumber : http://satriamadangkara.com/gambar-detail-pondasi-tapak-atau-pondasi-cakar-ayam/#ixzz1zd8N1WJ2

30.5.12

Perintah Dalam Command Gambar Autocad

Menggambar dengan autocad dapat menggunakan perintah pada command atau menggunakan tombol-tombol yang sudah disediakan dalam software autocad, namun menggambar dengan perintah command akan mempercepat proses pembuatan object dalam autocad, banyak sekali perintah-perintah yang dapat digunakan diantaranya adalah sebagai berikut:





LINE : Untuk membuat garis
PLINE : Untuk membuat garis satuan
CIRCLE : Untuk membuat lingkaran
ELLIPSE : Untuk membuat bulat telur/lingkaran lonjong/oval
FILLET : Untuk membuat lengkungan dgn di ketahui radiusnya
ARC : Untuk membuat lengkungan dgn tdk di ketauhui radiusnya/sembarang
CHAMFER : Untuk membuat garis miring antara dua garis horizontal dan vertical
DTEXT : Untuk membuat text
TRIM : Untuk memotong garis dgn garis Bantu
EXTEND : Untuk memperpanjang garis dgn garis Bantu
BREAK : Untuk memotong garis dgn tidak beraturan
COPY : Untuk memperbanyak gambar
MOVE : Untuk memindah gambar
MIRROR : Untuk membuat cerminan gambar
ROTATE : Untuk memutar gambar
ARRAY : Untuk membuat jari-jari lingkaran
OFFSET : Untuk memperbanyak garis dgn di ketahui jaraknya
POLYGON : Untuk membuat segi banyak
ERASE : Untuk menghapus gambar
DIVIDE : Untuk membagi garis dgn beberapa bagian dgn jarak yang sama
STRETCH : Untuk memperpanjang/memperpendek object(gambar)
DDEDIT : Untuk mengubah taxt
DDATTE : Untuk mengubah text atribut
CHANGE : Untuk mengubah text, height text, style text, ltype, layer, dan color atau bisa juga memakai perintah DDMODIFY
DONUT : Untuk membuat donat/lingkaran padat/bolong tengah
WBLOCK : Untuk membuat block
INSERT : Untuk memanggil block
EXPLODE : Untuk memecah block atau atribut
DIM : Untuk membuat dimensi
LAYER : Untuk membuat layer
PEDIT : Untuk menebalkan dan menyatukan garis
SOLID : Untuk membuat solid/aksiran padat
HATCH : Untuk membuat aksiran
CLOUD : Untuk membuat cloud/awan
SCALE : Untuk membesarkan/mengecilkan gambar
ZOOM : Untuk membesarkan/mengecilkan tampilan gambar
PAN : Untuk menarik layar
PLOT : Untuk mencitak gambar
UNDO : Untuk membatalkan perintah/command
REDO : Untuk membatalkan undo
SAVE : Untuk menyimpan gambar
OPEN : Untuk membuka gambar
NEW : Untuk membuka autocad baru


Selain perintah-perintah autocad diatas tentunya masih ada beberapa lagi silahkan di coba-coba atau langsung melihat pada menu help autocad untuk melihat macam-macam fungsi yang dapat digunakan, bagi yang hendak menambahkan dapat dimasukan dibawah.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/perintah-dalam-command-gambar-autocad

4.12.11

Dinding Beton Siap Pakai, Precast Wall

Industri konstruksi semakin bergairah dengan adanya produk precast concrete yang dapat dipasang cepat dan kualitasnya sangat baik. Tidak hanya dari sisi struktur, yaitu kekuatan dan kekakuannya saja, tetapi juga dari sisi arsitekturalnya yaitu penampakan luar (keindahan).  Oleh karena itu, arsitek yang berorientasi maju pasti akan memikirkan alternatif pemakaian produk precast untuk bangunan rancangannya.

Bagaimana tidak, dengan digunakannya precast maka semua komponen yang seharusnya dikerjakan di atas bangunan sehingga susah dijangkau arsitek untuk diawasi maka dapat dilakukan di bawah sehingga si arsitek dengan leluasa mengawasi kualitas produk yang akan dipasangnya. Kecuali itu
, umumnya produk precast adalah untuk komponen- komponen yang berulang (repetitif) sehingga prosesnya seperti halnya industri pada umumnya, dibuat satu dulu sebagai contoh, jika memuaskan akan dikerjakan lainnya dengan kualitas yang sama.

Untuk produk precast, yang sangat berperan adalah teknology yang digunakannya. Siapa yang membuatnya. Tidak hanya perencanaannya saja yang harus bagus tetapi juga perlu pelaksanaan yang baik. Precast for finishing, yang diperuntukkan untuk keindahan, yang terlihat dari luar untuk ditampilkan, jelas lebih sulit dibanding produk precast yang sekedar untuk komponen struktur saja. Hal- hal yang perlu dipertimbangkan, misalnya : ketahanan terhadap cuaca (tidak retak, keramik lepas atau berubah warna), kebocoran terhadap air hujan (teknologi karet sealant, seperti yang terpasang pada pintu mobil), presisi yang tinggi, juga detail yang benar dari takikan-takikan yang dibuat agar air yang menimpanya selama bertahun-tahun tidak meninggalkan jejak yang terlihat dari luar, juga detail sambungan dengan bangunan utamanya, bagaimana mengantisipasi deformasi bangunan yang timbul ketika ada gempa dll-nya tanpa mengalami degradasi kinerja dan lainnya. Oleh karena itulah perusahaan precast untuk keperluan finishing yang sukses di Jakarta tidaklah banyak.

O ya, produk precast yang akan dipasang ini adalah produk Griyaton, perusahaan precast yang sudah terkenal malang melintang di Jakarta dan produknya sudah banyak terpasang di bangunan-bangunan tinggi. Sistem yang dipasang ini, yaitu di proyek Senayan Tower, Jakarta, adalah sama dengan yang dilaksanakan di gedung Thamrin Tower atau sekarang disebut ATD Plaza di Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Proyek Thamrin Tower waktu itu adalah sama-sama dimiliki oleh Kajima, yang sekarang membangun Senayan Tower ini. Waktu itu ada dua sistem precast concrete yang dipasang, yaitu precast wall dan precast hollow-core-slab untuk lantainya. Jika sekarang keduanya juga diterapkan pada proyek ini. Berarti sistem tersebut dianggap sukses.

Mau tahu lebih lanjut ?

Foto 1: Pengerjaan pemasangan kaca pada precast-wall yang datang dari fabrikasi.





















Foto 2: Rangka aluminum tempat dudukan kaca.





















Foto 3: Proses pemasangan kaca pada precast wall (di bawah)





















Foto 4: Pemasangan sealant pada kaca






















Foto 5: Kumpulan precast-wall siap diangkat



















Foto 6: Pengangkatan precast-wall satu persatu.






































Perhatikan pada bagian kacanya diberi pelindung dari tripleks.

Foto 7: Sisi luar bangunan yang akan dipasang precast-wall


















Jika satu portal persegi tersebut butuh 2 precast-wall untuk penutupnya, berapa banyak precast yang diperlukan.

Foto 8: Proses pengangkatannya


















 Foto 9: Sambungan yang menempel ke balok






















Foto 10: Sambungan sistem tumpu (pada bagian bawah skin)




























Foto 11: sistem sambungan lain



Foto 12: Memasang karet sealant joint





















Sistem karet sealant ini sangat penting, kalau sampai bocor membongkarnya saja sudah sulit. Jadi produknya juga harus teruji. Inilah salah satu teknologi yang harus dikuasai untuk menghasilkan kinerja yang baik untuk precast sebagai penutup luar.

Foto 13: precast-wall selesai dipasang (final)





















Perhatikan presisi dari setiap garis yang akhirnya menghasilkan keindahan. Di Jakarta, tidak banyak gedung-gedung yang seperti ini. Kebanyakan pakai keramik yang dipasang on-site, yang tahu-tahu dapat jatuh dan akan menimbulkan korban jiwa.

Sumber : http://engineerwork.blogspot.com/2010/10/precast-wall-dinding-beton-siap-pakai.html

5.11.11

Sistem Penulangan Pelat

Sistem perencanaan tulangan pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam yaitu :
  1. Sistem perencanaan pelat dengan tulangan pokok satu arah (selanjutnya disebut : pelat satu arah/ one way slab)
  2. Sistem perencanaan pelat dengan tulangan pokok dua arah (disebut pelat dua arah/two way slab)
1) Penulangan pelat satu arah
a) Konstruksi pelat satu arah.Pelat dengan tulangan pokok satu arah ini akan dijumpai jika pelat beton lebih dominan menahan beban yang berupa momen lentur pada bentang satu arah saja.Contoh pelat satu arah adalah pelat kantilever (luifel) dan pelat yang ditumpu oleh 2 tumpuan.
Karena momen lentur hanya bekerja pada 1 arah saja, yaitu searah bentang L (lihat gambar di bawah), maka tulangan pokok juga dipasang 1 arah yang searah bentang L tersebut. Untuk menjaga agar kedudukan tulangan pokok (pada saat pengecoran beton) tidak berubah dari tempat semula maka dipasang pula tulangan tambahan yang arahnya tegak lurus tulangan pokok. Tulangan tambahan ini lazim disebut : tulangan bagi. (seperti terlihat pada gambar di bawah).
Kedudukan tulangan pokok dan tulangan bagi selalu bersilangan tegak lurus, tulangan pokok dipasang dekat dengan tepi luar beton, sedangkan tulangan bagi dipasang di bagian dalamnya dan menempel pada tulangan pokok.Tepat pada lokasi persilangan tersebut, kedua tulangan diikat kuat dengan kawat binddraad. Fungsi tulangan bagi, selain memperkuat kedudukan tulangan pokok, juga sebagai tulangan untuk penahan retak beton akibat susut dan perbedaan suhu beton.

Gambar di atas adalah pelat dengan tulangan pokok 1 arah
b) Simbol gambar penulangan.Pada pelat kantilever, karena momennya negatif, maka tulangan pokok (dan tulangan bagi) dipasang di atas. Jika dilihat gambar penulangan Tampak depan (gambar (a)), maka tampak jelas bahwa tulangan pokok dipasang paling atas (dekat dengan tepi luar beton), sedangkan tulangan bagi menempel di bawahnya. Tetapi jika dilihat pada gambar Tampak Atas (gambar (a)), pada garis tersebut hanya tampak tulangan horizontal dan vertikal bersilangan, sehingga sulit dipahami tulangan mana yang seharusnya dipasang di atas atau menempel di bawahnya. Untuk mengatasi kesulitan ini, perlu aturan penggambaran dan simbol-simbol sbb :
2) Penulangan pelat 2 arah
a) Konstruksi pelat 2 arah.Pelat dengan tulangan pokok 2 arah ini akan dijumpai jika pelat beton menahan beban yang berupa momen lentur pada bentang 2 arah. Contoh pelat 2 arah adalah pelat yang ditumpu oleh 4 sisi yang saling sejajar.
Karena momen lentur bekerja pada 2 arah, yaitu searah dengan bentang (lx) dan bentang (ly), maka tulangan pokok juga dipasang pada 2 arah yang saling tegak lurus(bersilangan), sehingga tidak perlu tulangan lagi. Tetapi pada pelat di daerah tumpuan hanya bekerja momen lentur 1 arah saja, sehingga untuk daerah tumpuan ini tetap dipasang tulangan pokok dan bagi, seperti terlihat pada gambar dibawah. Bentang (ly) selalu dipilih > atau = (lx), tetapi momennya Mly selalu < atau = Mlx, sehingga tulangan arah (lx) (momen yang besar ) dipasang di dekat tepi luar (urutan ke-1)
Simbol gambar di atas sama dengan simbol pada gambar penulangan 1 arah.
Perlu ditegaskan : untuk pelat 2 arah, bahwa di daerah lapangan hanya ada tulangan pokok saja (baik arah lx maupun arah ly) yang saling bersilangan, di daerah tumpuan ada tulangan pokok dan tulangan bagi.



Sumber : http://manorians.blogspot.com/2011/06/sekilas-tentang-sistem-penulangan-pelat.html

4.11.11

Teknik Struktur Bangunan untuk SMK

Buku ini merupakan bagian dari program penulisan buku kejuruan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah kejuruan (PSMK). Penulis merasa sangat bersyukur karena merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan.

Buku sebagai salah satu sarana utama untuk meningkatkan mutu pendidikan pada bidang pendidikan kejuruan khususnya untuk tingkat pendidikan menengah saat ini masih sangat terbatas. Untuk itu semoga adanya buku ini akan semakin memperkaya sumber referensi pada Sekolah Menengah kejuruan.

Buku berjudul Teknik Struktur Bangunan dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan teori dan praktik tentang struktur bangunan. Pada dasarnya ilmu struktur bangunan merupakan teori dan pengetahuan yang tinjauannya sampai pada tingkat analisis dan perencanaan. Sebagai buku pegangan pada tingkat sekolah menengah kejuruan, maka struktur bangunan yang dimaksud lebih dibatasai dan ditekankan pada pengetahuan-pengetahuan praktis bentuk dan karakter struktur bangunan terutama elemen-elemen pembentuk struktur, sistem struktur dan rangkaiannya, tinjauan struktur berdasarkan bahannya, serta aplikasi teknik struktur pada bangunan gedung dan jembatan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu penyelesaian buku ini. Keluarga yang sangat mendukung, rekan-rekan dari kalangan akademis Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, rekan-rekan profesi bidang jasa konstruksi bangunan, dan banyak pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Akhirnya buku ini masih jauh dari sempurna, banyak kekurangan yang perlu untuk dilengkapi. Kritik dan saran untuk kesempurnaan buku ini sangat diharapkan. Semoga buku ini dapat dimanfaatkan bagi pengembangan pendidikan menengah kejuruan khususnya bidang teknik bangunan.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Download :

  1. Buku Teknik Struktur Bangunan Jilid 1 oleh Dian Ariestadi
  2. Buku Teknik Struktur Bangunan Jilid 2 oleh Dian Ariestadi
  3. Buku Teknik Struktur Bangunan Jilid 3 oleh Dian Ariestadi
Semoga Bermanfaat

3.11.11

Teknik Menggambar Bangunan untuk SMK


Salah satu upaya yang dapat langsung dimanfaatkan di Sekolah Menengah Kejuruan adalah adanya bahan pelajaran sebagai pegangan, pembuka pikiran ataupun bekal dalam mempelajari sesuatu yang dapat berguna bila terjun ke dunia industri sesuai dengan keahliannya. Dengan strategi ini diharapkan bertambah minat baca bagi kalangan pelajar sehingga wawasannya menjadi berkembang.

Dengan adanya dorongan dari masyarakat dan pemerintah yang ikut berperan aktif dalam pengembangan pendidikan, diharapkan dapat diwujudkan secara terus-menerus. Buku Teknik Gambar Bangunan merupakan salah satu pengetahuan bagaimana menggambar secara baik dan benar sesuai dengan kaidah konstruksi bangunan. Di samping itu kebenaran konstruksi dalam gambar teknik akan banyak membantu dalam menentukan kualitas bangunan.

Dalam buku ini dibahas tentang bagaimana menggambar suatu konstruksi dengan manual dan menggunakan alat perangkat lunak. Guna mempercepat proses.

Untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari isi buku, maka buku Teknik Gambar Bangunan ini kami susun menjadi 3 (tiga) jilid. Buku Teknik Gambar Bangunan Jilid 1 memuat 4 bab, yaitu Menggambar Garis, Menggambar Bentuk Bidang, Menggambar Bentuk 3 Dimensi, serta Menggambar Proyeksi Benda. Buku  Teknik Gambar Bangunan Jilid 2  memuat 8 bab, yaitu Menggambar Konstruksi Dinding dan Lantai Bangunan, Menggambar Konstruksi Kusen dan Daun Pintu/Jendela, Menggambar Konstruksi Tangga, Menggambar Konstruksi Langit-Langit, Menggambar Konstruksi Pondasi, Menggambar Rencana Pelat Lantai Bangunan, Menggambar Rencana Balok-Kolom Beton Bertulang, serta Menggambar Konstruksi Atap. Adapun untuk buku Teknik Gambar Bangunan Jilid 3 memuat 2 bab, yaitu Mengatur Tata Letak Gambar Manual, serta Menggambar dengan Perangkat Lunak.

Kiranya apa yang dituangkan dalam buku ini sudah berpedoman pada standar kompetensi dan kompetensi dasar dan apabila ada suatu yang kurang berkenan baik isi maupun kalimat, mohon saran untuk perbaikan berikutnya.

Download:
Buku Teknik Gambar Bangunan Jilid 1



















 Buku Teknik Gambar Bangunan Jilid 2













 Buku Teknik Gambar Bangunan Jilid 3

17.10.11

Metode Pelaksanaan Kolom Pada Bangunan Gedung


Pekerjaan struktur atas melibatkan beberapa kegiatan antara lain adalah pekerjaan pengukur?n, pembesian, bekisting, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatan beton yang dilakukan pada elemen-elemen struktur atas seperti kolom, shear wall dan corelift, ok dan pelat lantai.

Kolom adalah struktur yang merupakan penyangga atau pilar yang akan menyalurkan beban atau gaya vertikal dan lateral ke pondasi. Konstruksi kekakuan kolom akan menentukan besarnya gaya lateral yang akan dipikul oleh kolom tersebut. Adapun besar kecilnya kolom (dimensi kolom) tergantung pada distribusi pembebanan.






Urutan pelaksanaan pekerjaan kolom dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut.
kolom dapat dilihat pada gambar 1.1 berikut.
* Stek Tulangan Kolom + M?rk?ng
* Pabrikasi Tulangan Kolom
* Pemasangan Tulangan Kolom + Decking
* Pemasangan Sepatu Kolom
* Instalasi Pipa Elektrikal
* Pabrikasi Bekisting Kolom
* Instalasi Bekisting yang Telah Diberi Oil Form
* Pemberian Beton Eksisting dengan Calbond
* Pengecoran Kolom
* Pembongkaran Bekisting Kolom
* Perawatan Beton



Urutan Pelaksanaan Kolom




Marking Kolom




Fabrikasi Penulangan Kolom




Fabrikasi Bekisting Kolom




Sepatu Kolom




Pelepasan Bekisting Kolom




Bekisting Kepala Kolom




Perapihan Kolom


Penentuan A? Kolom (Pemberian M?rk?ng)

Titik-titik ?? kolom diperoleh dari hasil pekerjaan tim survey yang melakukan pengukuran dan pematokan, yaitu m?rk?ng berupa titik-titik atau garis yang digunakan sebagai dasar penentuan letak bekisting dan tulangan kolom. Penentuan ?? kolom dilakukan dengan menggunakan alat theodolite. Untuk pekerjaan pengukuran ini diperlukan juru ukur (surveyor) yang berpengalaman, khususnya dalam pelaksanaan gedung bertingkat (surveyor yang bersertifikat). Posisi ?? kolom arah vertikal ditentukan berdasarkan ?? kolom pada lantai sebelumnya. Proses pemindahan titik ?? (axis) kolom dari lantai bawah ke lantai atas berikutnya dengan pembuatan lubang-lubang pada pelat lantai (gambar 1.2). Lubang-lubang tersebut nantinya ditutup kembali setelah pemindahan titik ?? kolom selesai.

Posisi ?? kolom harus sentris kedudukannya terhadap ?? pada lantai sebelumnya, untuk itu dilakukan juga pengecekan dengan menggunakan benang dan unting-unting. Dengan bantuan titik-titik acuan bangunan yang sentris disetiap lantainya, maka dapat ditentukan letak ?? kolom dan kemudian dibuat ??-?? yang lain dengan mengikuti jarak yang telah disyaratkan dalam perencanaan awal. Pengecekan ?? kolom dilakukan dengan menempatkan alat theodolite pada m?rk?ng tersebut dan kemudian mengecek kelurusan m?rk?ng kolom. Penempatan titik kontrol pada proyek ini dilakukan pada pagar di salah satu sisi dan titik kontrol lainnya berada pada g???? over dikarenakan proyek ini berada tepat di pinggir jalan yang dilintasi oleh g???? over tersebut.

Contoh Gambar Kerja Kolom




Metode Kerja Pembongkaran Bekisting Kolom

* Persiapan Lahan
* Pembersihan Area Kerja
* Pada saat dilakukan bongkaran kolom area kerja harus bebas dari aktifitas pekerja dan material proyek


Prosedur Pelaksanaan

* Persiapan Alat TC (Tower Crane)
* Persiapan Pekerja (2 Orang)
* Tahap pertama melepas support bekisting kolom
* Tahap kedua melonggarkan ikatan tie rod samping bekisting kolom
* Tahap ketiga pengikatan sling TC ke bekisting Kolom
* Tahap keempat pengangkatan bekisting kolom menggunakan TC
* Bekisting Kolom diletakan ke area stock bekisting kolom

* Pekerjaan Pelepasan Bekisting Kolom menggunakan Metode ini membutuhkan kurang lebih 10 menit
* Repair kolom yang kurang mulus





Sumber : http://tekniksipilunp.blogspot.com/2011/06/metode-pelaksaan-kolom-pada-bangunan.html

26.9.10

Tingkat Kerusakan dan Metode Perbaikan Bangunan Gedung

Pembahasan kali ini mencakup dasar-dasar perencanaan dan pelaksanaan serta metode perbaikan kerusakan bangunan untuk gedung dan rumah tinggal di wilayah gempa.
Pedoman ini meliputi denah bangunan, tanah dasar, pondasi bangunan, badan bangunan dan kuda-kuda rangka atap.

Kategori Kerusakan
Kerusakan Ringan Non-Struktur
Suatu bangunan dikatakan mengalami kerusakan nonstruktur apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. retak halus (lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm) pada plesteran
  2. serpihan plesteran berjatuhan
  3. mencakup luas yang terbatas
Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) secara arsitektur tanpa mengosongkan bangunan.
Kerusakan Ringan Struktur
Suatu bangunan dikatakan mengalami kerusakan struktur tingkat ringan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : :
  1. retak kecil (lebar celah antara 0,075 hingga 0,6 cm) pada dinding.
  2. plester berjatuhan.
  3. mencakup luas yang besar.
  4. kerusakan bagian-bagian nonstruktur seperti cerobong, lisplang, dsb.
  5. kemampuan struktur untuk memikul beban tidak banyak berkurang.
  6. Layak huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) yang bersifat arsitektur agar daya tahan bangunan tetap terpelihara. Perbaikan dengan kerusakan ringan pada struktur dapat dilakukan tanpa mengosongkan bangunan.
Kerusakan Struktur Tingkat Sedang
Suatu bangunan dikatakan mengalami kerusakan struktur tingkat sedang apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. retak besar (lebar celah lebih besar dari 0,6 cm) pada dinding;
  2. retak menyebar luas di banyak tempat, seperti pada dinding pemikul beban, kolom; cerobong miring; dan runtuh;
  3. kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang sebagian;
  4. Layak huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah :
  1. restorasi bagian struktur dan perkuatan (strenghtening) untuk menahan beban gempa;
  2. perbaikan (repair) secara arsitektur;
  3. bangunan dikosongkan dan dapat dihuni kembali setelah proses restorasi selesai.

Kerusakan Struktur Tingkat Berat
Suatu bangunan dikatakan mengalami kerusakan struktur tingkat berat apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. dinding pemikul beban terbelah dan runtuh;
  2. bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat;
  3. kira-kira 50% elemen utama mengalami kerusakan;
  4. tidak Layak huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan. Atau dilakukan restorasi dan perkuatan secara menyeluruh sebelum bangunan dihuni kembali. Dalam kondisi kerusakan seperti ini, bangunan menjadi sangat berbahaya sehingga harus dikosongkan
Kerusakan Total
Suatu bangunan dikatakan sebagai rusak total / roboh apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
  1. Bangunan roboh seluruhnya ( > 65%)
  2. Sebagian besar komponen utama struktur rusak
  3. Tidak Layak huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan, membersihkan lokasi, dan mendirikan bangunan baru.
Jenis Perbaikan
Perbaikan bangunan pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga jenis :
  1. Perbaikan Arsitektur (Repair)
  2. Restorasi (Restoration)
  3. Perkuatan (Strengthening)
Perbaikan Arsitektur
Tujuannya adalah mengembalikan bentuk arsitektur bangunan agar semua perlengkapan/peralatan dapat berfungsi kembali.
Tindakan-tindakan yang termasuk jenis ini :
  • Menambal retak-retak pada tembok, plesteran, dll.
  • Memperbaiki pintu-pintu, jendela-jendela, mengganti kaca, dll.
  • Memperbaiki kabel-kabel listrik.
  • Memperbaiki pipa-pipa air, pipa gas, saluran pembuangan.
  • Membangun kembali dinding-dinding pemisah, cerobong, pagar, dll.
  • Memplester kembali dinding-dinding
  • Mengatur kembali genteng-genteng.
  • Mengecat ulang, dll.
Restorasi (Restoration)
Tujuannya melakukan perbaikan pada elemen-elemen struktur penahan beban.
Tindakan-tindakan yang termasuk jenis ini :
  • Menginjeksikan air semen atau bahan-bahan epoxy (bila ada) ke dalam retak-retak kecil yang terjadi pada dinding pemikul beban, balok, maupun kolom. Retak kecil adalah retak yang mempunyai lebar celah antara 0,075 cm dan 0,6 cm.
  • Penambahan jaringan tulangan pada dinding pemikul, balok, maupun kolom yang mengalami retak besar kemudian diplester kembali. Retak besar adalah retak yang mempunyai lebar celah lebih besar dari 0,6 cm.
  • Membongkar bagian-bagian dinding yang terbelah dan menggantikannya dengan dinding baru dengan spesi yang lebih kuat dan dijangkar pada portal.
Perkuatan (Strengthening)
Tujuannya meningkatkan kekuatan struktur dibandingkan dengan kekuatan semula. Tindakan-tindakan yang termasuk jenis ini :
  1. Menambah daya tahan terhadap beban lateral dengan jalan menambah dinding, menambah kolom, dll.
  2. Menjadikan bangunan sebagai satu kesatuan dengan jalan mengikat semua unsur penahan beban satu dengan lainnya.
  3. Menghindarkan terjadinya kehancuran getas dengan cara memasang tulangan sesuai dengan detail-detail untuk mencapai daktilitas yang cukup.
  4. Menghilangkan sumber-sumber kelemahan atau yang dapat menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan di bagian-bagian tertentu :
  • Penyebaran letak kolom yang tidak simetris.
  • Penyebaran letak dinding yang tidak simetris.
  • Beda kekakuan yang menyolok antara lantai yang satu dengan yang lainnya.
  • Bukaan-bukaan yang berlebihan.
sumber : Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa - Direktorat Jenderal Cipta Karya

Cara Penyambungan Bambu dan Kegunaannya

Cara penyambungan bambu dan penggunaanya pada konstruksi bangunan antara lain :
  1. Untuk dinding rumah. Bambu yang digunakan untuk dinding biasanya dibelah dan dibuat anyaman. Jenis bambu yang cocok untuk anyaman adalah bambu ater, bambu petung, bambu tutul, bambu talang dan bambu plymorpha.
  2. Untuk rangka bangunan. Biasanya bambu digunakan untuk membuat kuda-kuda, reng dan usuk (kasau). Sambungannya menggunakan sambungan pen bambu, tali ijuk atau kombinasi keduanya. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu polymorpha.
  3. Untuk tiang. Bambu digunakan untuk tiang-tiang yang berfungsi untuk menempelkan dinding dari anyaman bambu, untuk tiang-tiang panggung penyangga kuda-kuda. Jenis ambungan yang digunakan adalah sambungan lubang dan pen bambu dikombinasikan dengan tali ijuk. Jenis bambu yang cocok adalah bambu petung, bambu duri, bambu duri ori, bambu gombong, bambu sembilang, bambu balcoa dan bambu polymorpha.
  4. Untuk lantai. Biasanya bambu dibuat anyaman atau bambu hanya dibelah saja kemudian dirapikan/ditata sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai lantai. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu ater, bambu talang, bambu gombong, bambu sembilang dan bambu balcoa.
  5. Untuk langit-langit. Jenis anyamannya sama dengan jenis anyaman dinding. Jenis bambu yang cocok untuk konstruksi ini adalah bambu petung, bambu talang, bambu gombong.
  6. Untuk konstruksi bekesting, tangga, dll.
Cara pengawetan pada bambu Pengawetan bambu bertujuan agar bambu bisa tahan lama dan tidak mudah diserang bubuk (insekta). Untuk mencapai tujuan tersebut maka getah yang terdapat dalam bambu harus dikeluarkan sehingga bambu monad awet, mempunyai daya lenting tinggi, tidak mudah patah dan mudah dianyam.  Untuk mencegah bambu lapuk karena pengaruh cuaca dan serangan ham, bambu dilapisi dengan cat, kapur, ter atau vernis.
Pengawetan bambu pada dasarnya dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Dengan mengeluarkan getah yang terdapat dalam bambu dan memasukkan zat-zat yang tidak disukai serangga. Cara yang paling sederhana yang biasa dilakukan oleh masyarakat adalah dengan jalan merendam bambu dalam air kurang lebih selama 2 bualn. Setelah bambu direndam kemudian dikeringkan di tempat yang teduh terhindar dari panas matahari. Selain merendam dengan cara di atas, dapat dilakukan juga dengan merendam bambu pada larutan 5 % asam boraks yang dimasukkan ke dalam air yang digunakan untuk merendam bambu.
  2. Dengan melapisi bambu dengan cat, vernis, kapur dan ter.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/cara-penyambungan-bambu-dan-kegunaannya/

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...