IP
Showing posts with label Road-Transport. Show all posts
Showing posts with label Road-Transport. Show all posts

30.5.12

Perintah Dalam Command Gambar Autocad

Menggambar dengan autocad dapat menggunakan perintah pada command atau menggunakan tombol-tombol yang sudah disediakan dalam software autocad, namun menggambar dengan perintah command akan mempercepat proses pembuatan object dalam autocad, banyak sekali perintah-perintah yang dapat digunakan diantaranya adalah sebagai berikut:





LINE : Untuk membuat garis
PLINE : Untuk membuat garis satuan
CIRCLE : Untuk membuat lingkaran
ELLIPSE : Untuk membuat bulat telur/lingkaran lonjong/oval
FILLET : Untuk membuat lengkungan dgn di ketahui radiusnya
ARC : Untuk membuat lengkungan dgn tdk di ketauhui radiusnya/sembarang
CHAMFER : Untuk membuat garis miring antara dua garis horizontal dan vertical
DTEXT : Untuk membuat text
TRIM : Untuk memotong garis dgn garis Bantu
EXTEND : Untuk memperpanjang garis dgn garis Bantu
BREAK : Untuk memotong garis dgn tidak beraturan
COPY : Untuk memperbanyak gambar
MOVE : Untuk memindah gambar
MIRROR : Untuk membuat cerminan gambar
ROTATE : Untuk memutar gambar
ARRAY : Untuk membuat jari-jari lingkaran
OFFSET : Untuk memperbanyak garis dgn di ketahui jaraknya
POLYGON : Untuk membuat segi banyak
ERASE : Untuk menghapus gambar
DIVIDE : Untuk membagi garis dgn beberapa bagian dgn jarak yang sama
STRETCH : Untuk memperpanjang/memperpendek object(gambar)
DDEDIT : Untuk mengubah taxt
DDATTE : Untuk mengubah text atribut
CHANGE : Untuk mengubah text, height text, style text, ltype, layer, dan color atau bisa juga memakai perintah DDMODIFY
DONUT : Untuk membuat donat/lingkaran padat/bolong tengah
WBLOCK : Untuk membuat block
INSERT : Untuk memanggil block
EXPLODE : Untuk memecah block atau atribut
DIM : Untuk membuat dimensi
LAYER : Untuk membuat layer
PEDIT : Untuk menebalkan dan menyatukan garis
SOLID : Untuk membuat solid/aksiran padat
HATCH : Untuk membuat aksiran
CLOUD : Untuk membuat cloud/awan
SCALE : Untuk membesarkan/mengecilkan gambar
ZOOM : Untuk membesarkan/mengecilkan tampilan gambar
PAN : Untuk menarik layar
PLOT : Untuk mencitak gambar
UNDO : Untuk membatalkan perintah/command
REDO : Untuk membatalkan undo
SAVE : Untuk menyimpan gambar
OPEN : Untuk membuka gambar
NEW : Untuk membuka autocad baru


Selain perintah-perintah autocad diatas tentunya masih ada beberapa lagi silahkan di coba-coba atau langsung melihat pada menu help autocad untuk melihat macam-macam fungsi yang dapat digunakan, bagi yang hendak menambahkan dapat dimasukan dibawah.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/perintah-dalam-command-gambar-autocad

2.11.11

Geosintetik sebagai Pemisahan tanah & Filtrasi



Sebagai Separator, mencegah bercampurnya material pilihan yang baik dengan material tanah dasar, sehingga material pilihan yang baik mampu berfungsi secara maksimal.
Sebagai Filter, memungkinkan air untuk mengalir melalui material non woven geotextile, namun sekaligus mencegah terbawanya partikel tanah akibat aliran air tersebut.
Fungsi Separasi dan Filtrasi sangat tepat diaplikasikan untuk:
  • Jalan Raya, Jalan Rel maupun Landasan Pesawat
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Dinding Penahan Tanah/Lereng
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Riprap atau Gabion
  • Lapis Separasi pada area Reklamasi
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Sub Drain (Drainasi Bawah Tanah)
  • Lapangan Penumpukan Peti Kemas

PRODUK DAN APLIKASI




MANFAAT

  • Mencegah terkikisnya material di belakang riprap ataupun gabion akibat hembasan ombak yang dapat menyebabkan kegagalan struktur.
  • Secara ekonomis dan efektif dapat mengurangi volume material timbunan.
  • Dapat dengan cepat dan mudah dalam pemasangan, namun memiliki ketahanan (resistance level) yang tinggi.

Sumber : http://haayes.co.id/in/aplikasi-geosintetik/pemisahan-tanah-a-filtrasi.html

Aplikasi Geosintetik

SOIL REINFORCEMENT
Meningkatkan kestabilan struktur tanah dengan mengandalkan kekuatan tarik material geosintetik, yang dapat dilaksanakan untuk aplikasi sebagai berikut:
  • Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall)
  • Perkuatan Lereng
  • Perkuatan Dasar Timbunan (Embankment)
  • Perkuatan Pada Konstruksi Jalan Raya
  • Perkuatan Pada Konstruksi Rel Kereta
  • Perkuatan Pada Konstruksi Pondasi
  • Perkuatan Pada Konstruksi Landasan Pesawat

SOIL SEPARATION & FILTRATION
Sebagai Separator, mencegah bercampurnya material pilihan yang baik dengan material tanah dasar, sehingga material pilihan yang baik mampu berfungsi secara maksimal.
Sebagai Filter, memungkinkan air untuk mengalir melalui material non woven geotextile, namun sekaligus mencegah terbawanya partikel tanah akibat aliran air tersebut.
Fungsi Separasi dan Filtrasi sangat tepat diaplikasikan untuk:
  • Jalan Raya, Jalan Rel maupun Landasan Pesawat
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Dinding Penahan Tanah/Lereng
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Riprap atau Gabion
  • Lapis Separasi pada area Reklamasi
  • Lapis Separasi dan Filtrasi pada Sub Drain (Drainasi Bawah Tanah)
  • Lapangan Penumpukan Peti Kemas

SOIL IMPROVEMENT
Meningkatkan daya dukung tanah melalui percepatan konsolidasi (settlement) untuk aplikasi konstruksi seperti:
  • Jalan Raya dan Jalan Rel
  • Airport dan Dermaga Pelabuhan
  • Area Reklamasi dan Lapangan Penumpukan Peti Kemas (Container Yard)
  • Kawasan Industri dan Perumahan

ENVIROMENTAL APPLICATIONS
Untuk menghindari terjadinya pencemaran air tanah oleh air kotor, limbah manusia bahkan limbah industri yang mengandung bahan kimia membahayakan, maka dibuat lapisan impermeable yang berfungsi sebagai proteksi untuk menanggulangi pencemaran tersebut, aplikasi ini dapat digunakan untuk:
  • Sanitary Landfill System (Tempat Pembuangan Sampah Akhir)
  • Penampungan Air Kotor dan Limbah Industri
  • Penampungan Air Bersih
  • Kolam Buatan (artificial Pond Lining) untuk Industri dan Perumahan
  • Lapis Impermeable untuk Jaringan Suplai Air/Kanal
  • Aplikasi dalam bidang Aquakultur

EROSION PROTECTION & DRAINAGE
Fungsi geosintetik untuk melindungi slope/lereng dari erosi yang disebabkan oleh angin maupun air, aplikasi ini digunakan untuk:
  • Proteksi Lereng
  • Proteksi Lereng Sungai dan Jalur Air
  • Lapis Permukaan pada Lereng/Timbunan
  • Drainase Air Industri maupun Rumah Tangga
  • Sistem Subdrain (Drainase bawah tanah)
  • Sistem Drainase pada Jalan Raya
  • Sistem Drainase pada Area Landfill
  • Sistem Drainase pada area di Belakang Lereng/Basement

Sumber : http://haayes.co.id/in/aplikasi-geosintetik.html

Geogrid, Definisi dan Fungsi

Geogrid

Definisi
Geogrid adalah salah satu jenis material Geosintetik (Geosynthetic) yang mempunyai bukaan yang cukup besar, dan kekakuan badan yang lebih baik dibanding Geotextile.
Material dasar Geogrid bisa berupa : Polyphropylene, Polyethilene dan Polyesther atau material polymer yang lain.
Berdasarkan bentuk bukaannya (Aperture), maka Geogrid bisa dibagi menjadi :
1. Geogrid Uniaxial
Adalah Geogrid yang mempunyai bentuk bukaan tunggal dalam satu segmen (ruas)
Geogrid Uniaxial
2. Geogrid Biaxial
Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk persegi

3. Geogrid Triax
Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk segitiga

Fungsi Geogrid
Secara umum Geogrid adalah bahan Geosintetik yang berfungsi sebagai Perkuatan (reinforcement) dan Stabilisasi (stabilization), dengan penjelasan detailnya sebagai berikut :
1. Geogrid Uniaxial
Berfungsi sebagai material perkuatan pada sistem konstruksi dinding penahan tanah (Retaining Wall) dan perkuatan lereng (Slope reinforcement)
Retaining Wall System with Uniaxial Geogrid Slope Reinforcement with Uniaxial Geogrid
2. Geogrid Biaxial
Berfungsi sebagai stabilisasi tanah dasar. Seperti pada tanah dasar lunak (soft clay maupun tanah gambut). Metode kerjanya adalah interlocking, artinya mengunci agregat yang ada di atas Geogrid sehingga lapisan agregat tersebut lebih kaku, dan mudah dilakukan pemadatan.
Biaxial Geogrid for Soft Soil Stabillization Interlocking Biaxial Geogrid
3. Geogrid Triax
Fungsinya sama dengan Biaxial sebagai material stabilisasi tanah dasar lunak, hanya saja performance nya lebih baik. Hal ini disebabkan bentuk bukaan segitiga lebih kaku sehingga penyebaran beban menjadi lebih merata.













Sumber : http://geotextile.web.id/geogrid-definisi-dan-fungsi.html

31.10.11

Pengecoran Beton untuk Perkerasan Jalan (Rigid Pavement)

Saat sekarang pengecoran beton untuk perkerasan jalan sudah lebih mudah dilaksanakan dengan adanya peralatan modern (mesin penghampar beton) . Sewaktu pengecoran didepan mesin penghampar beton tampak beberapa mesin vibrator beton (concrete vibrator). Pekerjaan perapian yang terdpat dibelakang mesin.Atau perapian dilakukan secara manual oleh tenaga manusia.



Bahan Tambah untuk Adukan Beton
Bahan tambah secara umum untuk adukan beton ini mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah :
  • Mempercepat pengerasan, atau memperpendek waktu pengikatan semen/ setting time , biasa disebut accelerators.
  • Memperlambat/menunda pengerasan, atau memperpanjang waktu pengikatan semen, biasa disebut retarders.
  • Mempermudah waktu pengerjaan beton, biasa disebut workability agents.
  • Memberi efek warna atau pigments.
Accelerators. Pada kasus tertentu, memerlukan percepatan pengerasan, atau memperbesar kecepatan hidrasi dari adukan beton. Akibatnya adalah memperpendek setting time, pengerasan beton lebih awal, dan menghasilkan panas yang melebihi normal. Dengan panas yang berlebihan yang dihasilkan campuran adukan beton dengan bahan accelerators ini, di negara kita dengan iklim yang panas akan mempunyai akibat kurang bai, selain juga dengan bahan tambahan ini akan memperbesar penyusutan kering dari beton. Semen dengan kadar alumina tinggi mempunyai sifat sangat mempercepat pengerasan sampai kurang dari 6 jam. Dengan sifat seperti ini sangat baik untuk semen grout pada lubang-lubang baut, dan menutup rembesan air.
Retarders. Hal sebaliknya pada kasus tertentu dari kegiatan proyek memerlukan pengerasan beton yang dilambatkan. Sebagai contoh hal ini cocok untuk pengecoran beton pada daerah dengan iklim yang sangat panas, pembuatan diaphragm wall di dalam tanah, pengecoran beton secara massal , dan untuk menghilangkan semen pada permukaan beton sehingga hanya bagian agregat kasar yang menonjol.
Workability agents. Adukan beton perlu dibuat workable/ mudah dikerjakan, hal ini bisa dicapai jika adukan beton tersebut encer, atau dengan slump yang tinggi. Yang dimaksud mudah dikerjakan di sini adalah mulai dari pengadukan/pencampuran, pengangkutan, pemadatan, dan penyelesaian perapian. Kita tahu bahwa menambah air akan mengurangi mutu beton. Tetapi dengan kemajuan teknologi sekarang sudah ada bahan tambah untuk adukan beton sehingga adukan menjadi encer, tetapi tidak mempengaruhi mutu kuat tekan beton. Perbaikan workability ini ada 2 aspek yang berbeda.
  1. Agar adukan beton menjadi encer sehingga mudah pemadatan dan pengangkutannya.
  2. Perbaikan agar adukan beton bersifat menjadi lebih cohesive.
Beberapa produk untuk menjadikan adukan beton mempunyai slump yang besar telah banyak menunjukkan tidak mempengaruhi kuat tekannya.


 Gambar 1   Mesin penghampar beton (tampak depan)
(sumber : www.dot.state.oh.us)

Sumber : http://sanggapramana.wordpress.com/category/jalan-raya/

26.9.10

Proses Pembuatan Jalan Raya

Jalan raya di indonesia pada umumnya menggunakan jalan asphalt, bagaimanakah cara membuat jalan asphalt?
berikut urutan kerja pembuatan jalan asphalt beserta alat-alat berat dan kegunaanya
pembersihan dan perataan lahan
Sebelum jalan raya dibangun, lahan dibersihkan dahulu dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan.
untuk membersihkan lahan dan menggali maupun mengurug tanah
excavator
excavator
setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat buldozer
buldozer
buldozer
untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truk
Penghamparan material pondasi bawah
penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan alat tandem roller
Tandem roller
Tandem roller
pekerjaan perataan dengan tandem roller di lakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapir permukaan.
pada saat penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapanya.
Penghamparan lapis asphalt
. setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair.
untuk menghamparkan asphalt digunakan alat asphalt finisher
asphalt finisher
asphalt finisher
setelah asphalt berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah diukur menggunakan theodolit sesuai perencanaan pekerjaan selanjutnya adalah pemadatan dengan buldozer hingga memenuhi kepadatan dan elevasi yang direncanakan
pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataanjalan raya dengan alat peneumatic roller
peneumatic roller
peneumatic roller
jalan raya sudah jadi dengan konstruksi sebagai berikut:
jalan raya
jalan raya
demikian kurang lebih proses pembuatan jalan raya, jika ada koreksi maupun tambahan bisa dimasukan melalui form dibawah.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/proses-pembuatan-jalan-raya/

Menghitung tebal perkerasan jalan raya

Tentunya kita tidak asing dengan yang namanya jalan raya, hampir setiap hari di lalui oleh kita, lalu bagaimana supaya jalan raya tersebut tidak rusak ketika dilalui kendaraan yang beratnya bersatuan ton. berikut sedikit gambaran tentang perhitunganya:
Misalnya kiita akan Merencanakan tebal perkerasan jalan raya 2 jalur dengan data lapangan sebagai berikut:
  • Umur rencana jalan, Ur = 10 tahun
  • Jalan akan dibuka pada tahun 2014
  • Pembatasan beban as= 8 ton
Setelah dilakukan pengamatan diperoleh volume lalu lintas sebagai berikut:
  • Mobil penumpang, pick up, mobil hantarn dan sejenisnya sebanyak 1219 perhari
  • Bus yang melintas di jalan raya sebanyak 353 per hari
  • Truck 2 as : 481 / hari
  • Truck 3 as : 45 / hari
  • Truck 4 as : 10 / hari
  • Truck 5 as : 4 / hari
LHR th.2010 :  2112 bh kendaraan perhari untuk 2 jurusan
  • Waktu pelaksanaan, n= 4 tahun
  • Perkembangan lalu lintas jalan raya, i= 8 % per tahun
  • Faktor regional, FR = 1.00
Bahan perkerasan jalan raya yang akan dipakai sebagai berikut:
  • Aspal beton atau penetrasi makadam ( surface course )
  • Water bound macadam ( base course )
  • Pondasi bawah kelas C ( Subbase course )
  • CBR = 3
Selanjutnya menghitung tebal perkerasan jalan raya dari data-data diatas
  1. Bus  = 353
  2. Truck 2 as  = 481
  3. Truck 3 as  = 45
  4. Truck 4 as  = 10
  5. Truck 5 as  = 4
.
  • Jumlah kendaraan berat ( bus dan truck ) KB = 893 bh
  • BB = (353/893)x100%=39.5%
  • B2T =(481/893)x100%=53.86%
  • B3T = (45/893)x100%=5.05%
  • B4T = (10/893)x100%=1.14%
  • B5T = (4/893)x100%=0.45%
  • Mobil penumpang = 1219 bh
  • Jumlah LHR = 2112 bh
  • AKB =( 893/2112)x100%=42%
  • AKR =( 1219/2112)x100%=58%
Waktu pelaksanaan pekerjaan jalan raya , n=4 tahun
Pertumbuhan lalu lintas i = 8% pertahun
LHRop = 2112( 1+0.08)^4 = 2873
Jumlah jalur = 2 Ckiri= 50% , Ckanan= 50%
Umur rencana = 10 tahun pertumbuhan lalu lintas jalan raya = 8%/tahun
FP = 1.44 ( tabel FP )
i.p = 2.5 ( tabel I.P )
LERur = 639.71
I.P = 2.5 dari grafik diperoleh ITP = 10.25
CBR = 3 DDT = 3.8
ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3 + a4.D4
Dsini mencari Nilai ITP yang lebih dari 10.25
Lapisan permukaan=a1=0.40 & D1=10, a1xD1=4.00
Lapisan pondasi =a2=0.14 &D2=20, a2xD2=2.80
Lapisan pondasi bawah =a3=0.11 &D3=32, a3xD3=3.52
Lapisan perbaikan tanah dasar =a4=0 &D4=0, a4xD4=0
Jumlah ITP hasil perhitungan = 10.32 (jadi  jalan raya aman )
Berikutnya menggambar hasil perhitungan tebal perkerasan jalan raya sebagai berikut


Sumber : http://www.ilmusipil.com/menghitung-tebal-perkerasan-jalan-raya/

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...