12.7.12

Pasar Saham dan Berbagai Rumor Yang Beredar di Dalamnya - by Ellen May

Pasar adalah sebuah tempat yang menyediakan sarana yang mempertemukan pembeli dan penjual. Demikian juga dengan pasar saham. Pasar/bursa saham adalah tempat yang menyediakan sarana untuk para investor yang berniat untuk membeli / menjual saham. Pasar menjadi kompleks karena pelaku pasar terdiri dari banyak pihak dan jumlah yang diperdagangkan juga cukup banyak. Pelaku pasar terdiri dari individu, lembaga, asing, domestik, dari modal kelas teri hingga kelas kakap. Pelaku pasar tidak hanya investor yang berniat membeli saham, namun juga perusahaan / emiten yang menerbitkan saham tersebut. Sebagai seorang investor / pedagang,emiten / perusahaan, dan setiap pihak ingin untung besar dan cepat. Karena itulah kemudian muncul berbagai upaya untuk menghasilkan keuntungan sebesar mungkin dan secepat mungkin. Sehingga seringkali untuk menghasilkan keuntungan tersebut dihembuskan rumor untuk membentuk persepsi pasar. Naik turunnya harga sangat dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran, yang sangat dipengaruhi oleh persepsi dari investor. Minat beli dan minat jual investor di bursa sangat dipengaruhi oleh persepsi / pendapat investor terhadap suatu emiten dan pasar. Jika persepsi yang terbentuk terhadap suatu emiten/saham / situasi pasar positif, maka investor akan cenderung membeli. Sebaliknya, jika persepsi yang muncul terhadap situasi pasar global/saham/emiten negatif, maka investor cenderung menjual.

Nah, sudut pandang dari investor sangat dipengaruhi oleh informasi yang beredar di pasar. Contohnya? Ketika di Amerika / Eropa muncul berita negatif, maka pasar modal Amerika cenderung melemah. Yang lebih menarik, meskipun berita tersebut muncul di negara barat, negara-negara di Asia termasuk Indonesia juga terpengaruh. Sebagai contoh, ketika minggu lalu muncul berita bahwa data pengangguran di Amerika memburuk dan indeks Amrik turun tajam, pada hari berikutnya, di Indonesia saham-saham juga ikut merosot tajam karena investor cenderung terpengaruh persepsi tetangga Contoh lain, tiba-tiba beredar rumor/informasi bahwa PT.X yang sahamnya diperdagangkan di BEI akan melakukan ekspansi, atau beredar rumor bahwa PT.Y memenangkan tender, atau mungkin diakuisisi oleh sebuah institusi. Kira-kira apa yang terjadi?

Biasanya ketika muncul rumor-rumor seperti itu, investor akan merespon dengan aksi beli / jual. Jika rumor yang beredar positif, misalnya kredibilitas perusahaan yang mengakuisisi tersebut bagus, investor cenderung beli. Dalam kondisi seperti itu, biasanya hampir pasti harga saham PT.X akan melonjak tinggi dalam waktu yang cepat. Investor yang membeli saham PT.X bisa memperoleh keuntungan sangat cepat dalam sehari atau dua hari. Apakah informasi yang muncul benar? Belum tentu! Informasi/rumor itu seringkali muncul dari sumber-sumber yang tidak jelas.

Rumor bermunculan seperti oase di padang gurun sehinga investor mudah percaya tanpa cek ricek. Kadang rumor sengaja ditiupkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mencari keuntungan sesaat. Itulah yang disebut rumor pasar. Kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan dari rumor adalah untuk membentuk persepsi pasar terhadap suatu emiten sehingga pasar membeli / menjual sahamnya. Karena hal seperti itu terjadi berulang-ulang, maka pengaruh rumor terhadap harga saham harus dipahami. Bagaimana menyikapi rumor-rumor yang beredar dan informasi yang sebenarnya ?

Informasi yang beredar di pasar dibedakan menjadi 2, yaitu info resmi dari perusahaan (emiten) dan info tidak resmi. Info tidak resmi sumber beritanya tidak berasal dari perusahaan, dibedakan menjadi 2 lagi. Info tidak resmi bisa berupa hasil riset yang dilakukan kalangan analis, dan yang kedua adalah info yang tidak jelas asal-usulnya. Info yang tidak jelas asal-usulnya disebut dengan rumor. Ini adalah ciri-ciri pertama dari rumor.

Saham-saham yang diterpa rumor biasanya langsung bereaksi di pasar. Karena pengaruh rumor terhadap harga saham sering terjadi, kemudian lahir istilah buy on the rumors, sell on the news. Nah apa yang dipercaya dalam rumor tersebut kadang terjadi, dan kadang tidak terjadi. Jika rumor yang beredar sifatnya negatif, maka biasanya tekanan jual terhadap saham tersebut meningkat sehinga harga saham turun. Jika rumor yang beredar positif biasanya langsung diikuti oleh naiknya permintaan sehingga harga saham akan naik. Dan jika rumor benar-benar terjadi (menjadi berita resmi / news), trader mulai profit taking. Inilah yang disebut buy on rumor,sell on news. Trader yang menggunakan patokan analisis teknikal tidak mudah diombang-ambingkan oleh rumor. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena grafik tidak bisa bohong dan analisis teknikal mencerminkan psikologi/perilaku marke. Informasi yang beredar bisa bermanfaat, asalkan kita mencernanya dengan sebaik mungkin.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

0 comments:

Post a Comment

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...