10.7.12

Kenali Beberapa Hal Sebelum Berinvestasi Saham - by Ellen May

Tahukan kita apa yang dimaksud dengan Portofolio? Portofolio merupakan kumpulan aset investasi yang dimiliki oleh perorangan atau perusahaan, seperti : properti, deposito, saham, emas, obligasi, dan lain sebagainya. Karena Portofolio ini merupakan kumpulan aset investasi, maka diperlukan Manajemen Portofolio guna mengelola kumpulan aset investasi tersebut untuk mencapai tujuan investasi. Salah satu cara yang digunakan untuk mengelola Portofolio yang kita miliki adalah meminimalkan resiko, termasuk dalam hal ini adalah meminimalkan resiko pada investasi saham yang kita lakukan.Sebelum melakukan manajemen portofolio, sebaiknya kita mengecek terlebih dahulu profile masing-masing investasi. Karena masing-masing profile investasi berbeda-beda dan ini bisa berpengaruh terhadap jenis saham yang akan kita jadikan investasi. Selain itu, pentingnya memperhatikan COR (Capital, Objective, and Risk), karena COR akan berbeda untuk masing-masing profile.


Capital - adalah modal. Modal yang kecil sebaiknya digunakan untuk investasi saja, karena jika digunakan untuk trading kurang liquid, selain itu modal yang kecil sangat terbatas untuk memilih jenis saham yang akan kita gunakan sebagai investasi. Dengan modal kecil juga perlu diperhatikan mengenai biaya trading, karena otomatis fee akan lebih besar. Jadi untuk modal kecil (5 juta - 20 juta) cocok untuk investasi jangka panjang.

Objective - adalah tujuan. Jadi sebelum kita melakukan investasi, sebaiknya kita tentukan tujuan kita. Apa tujuan kita membeli saham? Jika tujuan kita melakukan pembelian saham adalah untuk tabungan anak atau dana pensiun, maka investasi tahunan dengan metode EPS (Earn Per Share) adalah investasi yang cocok untuk kita. Metode EPS sangat simple, profitable, dan fee yang tidak lebih dari Rp.30.000 per bulan, murah seperti mengelola reksadana sendiri.

Risk - adalah resiko. Kita semua tahu bahwa investasi saham merupakan jenis investasi yang cukup beresiko apalagi jika kita tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang investasi ini. Pasar saham bisa bergejolak naik turun dengan cepat, apalagi pasar forex dan komoditas. Dalam hal ini tentu saja kita perlu mengetahui profile resiko sebagai investor, yakni seberapa besar komitmen kita untuk meminimalkan resiko. Dan yang perlu diperhatikan adalah, orang yang melakukan investasi / trading bukanlah orang yang berani mengambil resiko, tetapi yang justru dengan sangat disiplin membatasi resiko. Dalam Risk Profile, ada beberapa macam karakter investor dan salah satunya adalah investor konservatif. Investor Konservatif adalah investor yang cenderung menghindari resiko dan lebih mencari jalan yang aman. Dan biasanya investor jenis ini adalah para pensiunan yang hanya ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari investasi saham. Investor Konservatif adalah tipe investor yang memiliki pengamatan/analisa fundamental bagus dalam memilih saham yang akan dijadikan investasi dan menyimpannya dalam jangka panjang. Para investor konservatif tidak suka dengan fluktuasi pasar dan cenderung mencari aman.

Selain investor konservatif, ada juga investor moderat. Investor moderat adalah investor yang memiliki tingkat toleransi terhadap resiko yang lebih tinggi asalkan hasil yang di peroleh sepadan atau lebih besar dari yang diinvestasikan. Investor moderat kemampuan menanggung resikonya sedang, imbal hasil lebih besar daripada deposito misalnya 10 - 20 % per tahun. Biasanya investor moderat ini identik dengan position trader yang melakukan beli dan jual dalam jangka waktu 1-3 bulan.

Selanjutnya ada yang disebut sebagai investor agresif. investor agresif adalah investor dengan tingkat toleransi resiko yang tinggi, investor jenis ini biasanya mengharapkan imbal hasil yang tinggi. Investor agresif cenderung aktif dan suka melakukan spekulasi beli dan jual saham, dan cenderung berani. Investor agresif jika tidak dibarengi dengan ilmu dan disiplin yang benar, akan mudah menjadi penjudi saham. Dan sebaiknya kita jujur atau lebih realistis dengan profile resiko dan tujuan invesatasi, yaitu siap membatasi resiko yang sesuai dengan potensi hasil yang ada. Namun, yang sering terjadi adalah banyak investor ingin mendapat untung besar, akan tetapi tidak mau membatasi resiko. Padahal di dalam investasi berlaku prinsip "High Risk High Return", investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi tentu memiliki resiko yang tinggi pula. Resiko itu sejalan dengan tingkat pengetahuan dari investor. Semakin tereduksi dan semakin tinggi jam terbang seorang investor/trader, resiko akan mengecil. Semakin kecil time frame investasi, semakin besar pula tingkat resikonya. Oleh karena itu, untuk pemula sebaiknya melakukan investasi jangka panjang terlebih dahulu.
Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

0 comments:

Post a Comment

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...