22.3.12

Etika Berkomunikasi

Komunikasi dengan siapapun adalah penting, dan dapat meningkatkan keakraban dan saling cinta. Namun kadang, baik diketahui ataupun tidak, ketika seseorang berkomunikasi biasanya ada kata-kata yang salah dari perkataannya dan membuat pendengarnya merasa sakit.

Lidah lebih tajam daripada pedang, pedang untuk menembus hati masih melalui kulit, sedangkan kata-kata dapat membuat hati sakit ketika kata-kata itu salah. Berkomunikasi yang baik kepada siapapun dan dimanapun akan mempengaruhi kehidupan, perkataan yang baik dapat membuat hati pendengar senang dan merasa nyaman bila ia didekat orang yang perkataannya selalu menyenangkan.

Berbeda dengan orang yang selalu berkata kasar, sungguh akan memilukan perasaan dan menyakitkan hati, bahkan akan mengundang kemarahan yang berujung pada sebuah permusuhan, tentu hal ini sangat disayangkan bila terjadi. :)

Melihat masalah seperti ini, sudah sepatutnya ada Etika Berkomunikasi, etika itu adalah aturan agar ketika berkomunikasi dengan orang lain ataupun dengan orang tercinta dapat memberikan manfaat. Langsung saja, ada 5 hal etika berkomunikasi secara umum yang perlu diperhatikan. yaitu:

a. Menyapa dengan Santun

Ketika bertemu dengan orang lain yang kita kenal, atau bertemu dengan orang tercinta, hendaklah sapalah dengan santun, dengan salam dan dengan senyum. Mendekati dan bersalaman akan lebih membuat rasa persaudaraan semakin erat. Lalu ketika kita ada diruang tunggu dan disebelah ada orang yang tidak kita kenal, boleh kok menyapa dan berkenalan, tentunya dengan santun juga. Menyapa dengan santun itu dapat membuka hati orang yang tak dikenal agar bisa menerima kita enjadi kawan atau teman atau yang lain, sedangkan menyapa dengan santun untuk orang yang sudah kita kenal, dapat memperakrab dan memperkuat tali cinta. :)

b. Menjadi Pendengar yang Baik

Ketika sudah memasuki dalam tahap komunikasi, tentunya kita harus siap menghadapi cara berkomunikasi mereka. Mungkin ada yang omongnya banyak atau cerewet, ada yang pendiam dan yang lain-lain. Nah, untuk menghadapi orang yang banyak omongnya, seperti berkata-kata sampai capek, atau kata-katanya tidak da satupun tanda koma, atau titik, sehingga terus menerus, maka jadilah pendengar yang baik walaupun dengan jujur sedikit tidak menyenangkan. :D Pendengar yang baik bukanlah hanya mendengarkan saja, melainkan dengan perilaku yang lain, misalkan, sekali-kali tatap matanya sebagai tanda kita memperhatikan, senyum, dan sekali-kali menganggukan kepala.

Cara ini adalah agar orang itu senang ketika perkataannya didengarkan, dan walalupun kita sedikit tak nyaman, jangan pernah dalam hati berkata yang tidak-tidak, dengarkanlah saja dengan cara seperti itu, pasti ada manfaatnya dibalik itu semua. Lalu apabila berhadapan dengan orang pendiam, dan omongnya sedikit, harus dapat memancing agar ada komunikasi timbal balik, dengan cara bagaimana ......

c. Mengajukan Pertanyaan

Ya, untuk menghadapi orang pendiam dengan cara mengajukan pertanyaan sederhana, jangan menanyakan namanya dahulu, karena pasti jawabannya akan singkat, berilah pertanyaan yang kira-kira ia akan menjawab dengan panjang, tentu kalau kita bisa membuat orang pendiam jadi cerewet itu sangat menyenangkan. hehehe. :)

Contoh pertanyaan yang akan dijawabnya dengan panjang misalkan, dengan berawalan bagaimana bla bla bla bla ....? Nah dijamin deh jawabannya akan panjang walaupun tidak panjang-panjang amat. Dan yang harus diperhatikan, pertanyaan itu harus sesuai dengan orangnya lah, kalau misalkan orang itu kelihatannya adalah guru, jangan tanyakan bagaimana cara membuat obat? wah tentu itu salah. hehehe. :)

d. Jangan Sotoy

Sotoy adalah bahasa gaul anak sekarang yang maknanya bukanlah makanan seperti soto ayam atau soto yang lainnya, melainkan adalah singkatan dari sok tau. Nah? ini yang membahayakan dalam hal berkomunikasi, ketika berkomunikasi dan ada timbal baliknya, jangan merasa sok tau tentang apa yang dibicarakan orang yang berkomunikasi dengan kita.

Ketika orang bercerita tentang singapura, kita sok tau, wah, aku sudah pernah kesana bahkan sampai lima kali coba ...? disana tuh ada ini dan itu pokoknya aku tau semua deh ... :) Hindari hal seperti itu.

5. Memotong Pembicaraan

Memotong pembicaraan adalah hal yang menyakitkan, belum berkata A dengan sempurna, kita langsung berkata B, belum berbicara dengan tuntas, kitapun langsung menjawab, hal ini bukanlah etika dalam berkomunikasi.

Nah, demikianlah yang dapat penulis sajikan untuk pembaca yang baik hati tentang Etika Berkomunikasi, semoga dapat memberikan atau paling tidak mengingatkan kita agar selalu menjaga etika berkomunikasi dan berkata-kata yang baik. :)

Bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik kepada Tuhan apabila kepada orang lain saja tidak sopan, betul tidak ... ? bila berkomunikasi dengan Tuhan itu santun, tentunya Tuhan akan mencintai kita, jika sudah cinta, apa saja dikasih oleh-Nya, seneng kan ...? :) OLEH SEBAB ITU, BICARALAH DENGAN SANTUN, ATAU LEBIH BAIK DIAM JIKA KATA-KATA YANG AKAN KITA UCAPKAN MENYAKITKAN :)


Sumber : http://www.dycko-novanda.com/2012/03/etika-berkomunikasi.html

0 comments:

Post a Comment

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...