IP
Showing posts with label Tips Investasi. Show all posts
Showing posts with label Tips Investasi. Show all posts

21.8.12

Cara Menyikapi Resiko Dalam Sebuah Investasi

Resiko Dalam Investasi
Benarkah kalau kita ingin untung besar harus berani ambil resiko besar ? Kira-kira jawabnya gimana ya? High Risk High Rewards sangat akrab bagi kita sehingga timbul persepsi kalau mau untung besar harus berani ambil resiko. Benarkah? Yuk kita belajar dari Warren Buffet sang investor legendaris, apa kira-kira pendapatnya tentang resiko investasi ? Kata Warren Buffet : Resiko muncul karena ketidaktahuan kita akan apa yang kita lakukan ! Jadi kesimpulannya, yang membuat sebuah investasi jadi beresiko adalah rendahnya pengetahuan investor terhadap investasi tersebut. Ketika kita memiliki sebuah pemahaman menyeluruh tentang sebuah investasi maka sebuah investasi tidak lagi beresiko! Para investor terbesar di dunia bukanlah seorang risk taker, namun mereka sangat membenci resiko.

Warren Buffet mempunyai prinsip yang sangat keras yaitu : never lose your money. Apa artinya ? Never lose money bukan berarti bahwa ia bersikap kaku, namun hal itu berarti bahwa ia sangat berhati-hati dalam investasi. Seorang investor sejati menghabiskan waktu lebih lama untuk mempelajari investasinya. Bagaimana mungkin Warren Buffet bisa belajar terus untuk invetasinya ? Mengapa ia bisa berhasil meminimalkan resiko? Warren Buffet sosok investor teladan kelas dunia, ia mencintai investasinya, dan tidak sekedar mengejar uang. Maksudnya? Petinju kebanggaan Indonesia, Chris John tidak bertinju demi uang, namun karena ia mencintai olahraga tinju! Michael Jackson tidak bernyanyi demi uang, tapi karena ia benar-benar mencintai dunia seni tarik suara! Demikian pula, sebagai seorang investor / trader, kita juga harus punya gairah dan mencintai bidang ini.

Jika kita tidak punya gairah / passion dalam investasi kita, lebih baik percayakan investasi kita pada manajer investasi. Gairah untuk terus belajar akan membuat kita dapat meminimalkan resiko karena pengetahuan semakin tinggi. Ketika resiko mengecil, maka profit akan menghampiri kita dengan sendirinya tanpa kita harus mengejarnya. Persis dengan atlet dan penyanyi-penyanyi terkenal itu. Ketika mereka mencintai bidangnya dan berlatih dengan gairah, kesuksesan menghampiri. Jadi, sekali lagi, tidak benar bahwa untuk memperoleh profit yang besar maka kita harus berani ambil resiko. Supaya bisa memperoleh profit konsisten, kita hanya perlu untuk terus belajar dan memahami investasi kita. Jika saja semua orang mau belajar lebih dulu sebelum berinvestasi, maka tidak akan ada yang menjadi korban penipuan investasi.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May

semoga bermanfaat... keep blogging!!!

11.8.12

Pentingnya Investasi Yang Bertumbuh dan Liquid

produk investasi
Banyak produk investasi ditawarkan dan bentuknya ada yang "mirip" dengan produk pasar modal. Ada investasi yang memberi iming-iming keuntungan berlipat-lipat, bahkan mengalahkan rasio dan perhitungan investasi yang wajar. Pemasaran dan penawaran yang dilakukan juga tak kalah "wah" lewat internet hingga door to door / MLM. Luar biasa, yang terpikat, lalu menanamkan dana tidak sedikit. Ada yang berharap untung malah buntung. Ironisnya kejadian tersebut selalu berulang. Kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabnya jelas, karena yang menjadi landasan berinvestasi adalah memperoleh keuntungan yang maksimal. Investor punya dua pilihan untuk menanamkan uangnya. Pilihan pertama : menabung di bank untuk memperoleh bunga. Namun jika bunga bank rendah seperti saat ini, menyimpan uang di bank lebih tepat untuk tujuan savings bukan investing. Pilihan kedua adalah melakukan investasi (membuka usaha/menanamkan modal).

Harapan melakukan investasi adalah memperoleh tingkat pengembalian (rate of return) yang tinggi. Karenanya jangan heran, banyak sekali produk investasi ditawarkan, mulai dari yang logis hingga yang tidak. Apapun pilihan investasi yang dipilih , hendaknya kita selalu ingat bahwa dalam investasi ada keuntungan dan resiko. Cek resiko vs untungnya, sebab risiko investasi merupakan persentase kemungkinan usaha itu mengalami kerugian. Untuk jangka panjang, dana diharapkan bisa berkembang dengan hasil selalu maksimal dan berdaya beli tinggi. Sedangkan untuk investor jangka pendek biasanya lebih membutuhkan likuiditas / kemudahan mencairkan dana investasi. Likuiditas : dana yang ditanamkan terhadap sebuah produk investasi sewaktu-waktu harus bisa dijual tanpa harus berkurang.

Sarana investasi harus mampu menjawab 2 faktor: aspek jangka panjang (pertumbuhan) dan aspek jangka pendek (likuiditas). SBI misalnya, waktu yang dibutuhkan investor untuk bertransaksi surat berharga ini sepekan sekali. Sebagaimana kita tahu Surat Berharga Bank Indonesia (SBI) dilelang tiap pekan. SBI memang berpendapatan tetap, namun kecil peluangnya untuk memperoleh SBI sebab butuh dana besar. Surat berharga lain, semisal comercial paper (CP), juga bukan "makanan" investor individu yang modalnya kecil. Membeli tanah dan bangunan, tidak saja butuh waktu dalam membeli, tapi investasi ini kurang likud. Bagaimana dengan karakteristik produk pasar modal?

Pasar modal adalah tempat mempertemukan pihak-pihak yang butuh dana jangka panjang dengan pemilik modal. Pihak yang butuh modal adalah perusahaan atau emiten. Sedangkan pemilik modal adalah investor (atau masyarakat). Pasar modal merupakan sarana utk investasi dalam jangka pendek (likuid) dan juga jangka panjang (growth). Bisnis pasar modal sangat bermanfaat bagi para investor dan dunia usaha pada umumnya. Manfaat pasar modal bagi investor: memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki perusahaan yang sehat bertumbuh. Dengan karakteristik yang demikian itu, produk yang ditawarkan pasar modal merupakan bukti kepemilikan. Saham dan obligasi, selain bisa dibeli juga bisa dijual. Demikian dengan produk-produk lainnya.

Karakteristik produk pasar modal yang juga khas adalah begitu membeli juga bisa dijual kembali. Selain memperoleh capital gain, investor juga dapat dividen atau hak lain yang melekat pada instrumen tersebut.Dividen untuk saham, bunga untuk obligasi. Demikian pula dengan produk-produk derivatif lainnya, seperti right, opsi, waran.

Perlu diingat bahwa pengelola pasar modal memperoleh izin dari Bapepam-LK bukan dari yang lain. Bila ia pengelola dana maka yang ditawarkan adalah unit penyertaan reksa dana. Reksa dana tersebut bisa berupa reksa dana indeks, reksa dana syariah, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana fixed income atau reksa dana pasar uang. Lalu kalau ia perusahaan pialang atau broker maka ia akan menawarkan saham, obligasi dan efek derivatif di pasar modal.

Apa saja produk yang ditawarkan dipasar modal ?
Produk pertama adalah : Saham , yang merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Produk kedua adalah Obligasi. Apa itu ? Obligasi adalah surat pengakuan hutang jangka panjang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh dana. Pemegang obligasi akan memperoleh bunga secara periodik dan akan menerima pokok pinjaman pada tanggal jatuh tempo.

Produk ketiga adalah : Reksa dana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah uang. kepada pengelola reksa dana utk modal berinvestasi di pasar modal, pasar uang atau lainnya.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

7.8.12

Trading For Living, Pahami Caranya - by Ellen May

trading for living
Mari kita pelajari dulu apa itu TradingForLiving? Apa pentingnya? Mengapa Trading For Living begitu populer? Mengapa banyak orang ingin melakukannya? Trading For Living berarti bahwa trader melakukan beli jual (saham/forex/valas/komoditas) untuk memenuhi kebutuhan hidup. Trading For Living menarik karena trader memiliki kebebasan waktu dan tempat, tidak terikat jam kantor. Begitu banyak orang yang ingin Trading For Living . Apa saja sebenarnya yang diperlukan oleh seorang trader utk melakukannya ?

Untuk Trading For Living , pertama-tama kita harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Yang namanya Trading For Living berarti trading untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menarik ya :) Oleh karena itu sebelum bertindak lebih jauh, trader harus menghitung biaya hidup setiap bulan. Trader yang belum menikah atau hanya menghidupi dirinya sendiri membutuhkan sedikit biaya hidup. Selain biaya hidup, trader yang sudah berkeluarga tentunya harus memikirkan berbagai macam biaya darurat. Selain itu, trader juga harus menghitung berapa sisa penghasilan setelah dipotong biaya hidup untuk diinvestasikan ulang. Jika berkisar Rp 5.000.000 maka kita harus memperoleh penghasilan lebih dari Rp 5 juta. Kelebihannya untuk diinvestasikan sisanya, atau untuk biaya darurat. Biaya per bulan yang harus diraih menjadi target bagi orang yang ingin Trading For Living.

Setelah menghitung biaya per bulan, hal kedua yang harus diperhatikan adalah : cek kemampuan trading / skill kita. Sebelum mulai Trading For Living sebaiknya cek dulu kemampuan trading kita beberapa bulan terakhir. Berapa % rata-rata profit yang sanggup kita hasilkan dalam setiap bulannya? Pada umumnya trader pemula yang sudah bisa menghasilkan rata-rata 2 - 5% per bulan, sudah bagus. Trader yang belum bisa profit konsisten sebaiknya jangan terlalu cepat memutuskan.

Faktor penting ketiga yang harus diperhatikan sebelum Trading For Living adalah : cek modal yang kita miliki. Nah sekarang kita sudah tau berapa rupiah nominal yang harus kita kumpulkan tiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup (target). Kita juga sudah tahu kemampuan trading kita rata-rata tiap bulan bisa menghasilkan profit berapa % (misalkan 5%). Dari kedua variable tersebut kita bisa menghitung berapa modal yang kita butuhkan.

Gmn caranya dengan 5% profit, bisa dapat nominal profit melebihi yang kita butuhkan tiap bulan?(dalam contoh di atas adalah Rp 5 juta). Modal = 5 juta : 5% = 100 juta. > ini baru jumlah minimal supaya kebutuhan hidup kita terpenuhi lewat Trading For Living. Jika ingin mendapat lebih supaya bisa diinvestasikan ulang atau menyiapkan biaya untuk hal-hal darurat. Dari contoh di atas, kita harus bisa menghasilkan lebih dari 5 jt tersebut melalui Trading For Living. Masalahnya, ketiga unsur di atas meski terlihat sederhana namun sangat riskan jika 1 saja tidak terpenuhi. Bagaimana jika trader tidak bisa menghasilkan profit sejumlah biaya hidup sebulan via Trading For Living ? Kita tahu bahwa dalam setahun, ada bulan-bulan naik dan turun, seperti bulan Mei 2012 ini bursa saham cenderung turun. Market tidak selalu naik tiap bulan, sedangkan asap dapur harus terus mengepul. Bagaimana menyikapinya?

Seorang yang komit Trading For Living harus sudah mahir / bisa dibilang professional. Seorang trader professional, mengerti analisis teknikal dengan baik, bisa trading lebih dari 1 instrumen market. Jadi, seorang trader saham, bisa saja putar haluan ke instrument forex/komoditas, dan sebaliknya. Trader forex/komoditas, juga bisa memanfaatkan fluktuasi harga saham ketika sedang uptrend kuat. Nah bagaimana perhitungan dan tips selengkapnya tentang Trading For Living ? Silakan baca harian Kontan 19 Mei

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

4.8.12

Tips Mempersiapkan Trading Plan Investasi Saham - by Ellen May

trading plan
Bagaimana kehidupan seorang trader saham professional? Apakah harus sepanjang hari melototin monitor ? Seorang trader, tidak harus selalu melototin monitor, kecuali ia adalah seorang daytrader. Lalu bagaimana? Banyak trader punya banyak waktu luang. Di tengah aktivitas trading, kita tetap bisa melakukan aktivitas lain. Bill Williams, Jesse Livermore, Nicholas Darvas jarang online saat pasar buka. Lalu bagaimana caranya trading?

Trader dapat MEMPERSIAPKAN TRADING PLAN ketika pasar masih tutup! Caranya ? Tidak seperti bayangan banyak orang, di mana trader saham menghabiskan banyak waktu untuk melototin layar, Kita hanya perlu 30 menit-1 jam untuk mempersiapkan transaksi sebelum pasar buka. Setiap malam, sebelum pasar buka, Ellen May melakukan analisis teknikal dengan membaca pola grafik. Jika ada saham yang bagus, dan sinyal-sinyal teknikal mendukung, keesokan harinya kita bisa pasang order beli. Sekalipun setiap malam menganalisa kondisi pasar saham, hal ini tidak berarti Kita harus membeli saham tiap hari. Terkadang, Kita cukup mengamati saham-saham yang sudah Kita beli dan lihat perkembangannya lewat grafik. Jika sudah ada sinyal jual dalam grafik, keesokan harinya Kita bisa pasang order jual / pesan jual saham ke broker.

Pasar saham memungkinkan Kita trading sambil bekerja / melakukan aktivitas lain! Jika Kita bukan daytrader, Kita bisa membeli saham dan menjualnya dalam beberapa hari ke depan/beberapa minggu. Dengan fokus pada beberapa jenis saham saja, Kita tidak akan kerepotan untuk mengawasinya. Di sela-sela waktu trading, Kita bisa belajar, dan berbagi ilmu trading dengan trader lain, seperti yang Ellen May lakukan.

Jika Kita seorang swing trader, rata-rata gain yang diperoleh 1-5% dengan timeframe 2 minggu. Jika Kita seorang position trader, Kita bisa memperoleh 20-60% dalam 2 bulan hingga 4 bulan (variatif). Jadi, Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk memelototi monitor. Sebaliknya, habiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan menguji system trading, dan juga mengevaluasi kesalahan jika ada. Sharing / berbagi ilmu dengan teman trader lain adalah bagian dari pembelajaran trading yang sangat bagus. Jika memungkinkan, bantulah trader lain untuk belajar. Dengan demikian, Kita sedang mempertajam kapak Kita sendiri.

Trading saham adalah gaya hidup yang memberi kebebasan tempat dan jam kerja. Kita memiliki kebebasan penuh atas batasan penghasilan Kita dan menjadi bos atas diri kita sendiri. Kita melipatgandakan penghasilan dengan meningkatkan (lot) saham yang kita perdagangkan, BUKAN dengan BEKERJA LEBIH KERAS. Tidak perlu sepanjang hari memelototi monitor. Kerjakan PR kita sebelum trading dan buat perencanaan sebelum transaksi.

Ada dua rahasia penting agar sukses dalam trading yang disebut dengan ATTITOOLS yaitu TOOLS yang tepat & ATTITUDE yang tepat. Rahasia penting sukses trading saham : ATTITUDE yang tepat menggunakan TOOLS yang tepat. Trader yang sudah belajar tools yang baik, masih punya 1 PR yaitu membentuk ATTITUDE trading yang baik

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...