IP
Showing posts with label Tips Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Tips Keuangan. Show all posts

8.8.12

Tips Memanajemen Keuangan (Wealth Management) - by Ellen May

Wealth Management
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya banyak uang / dapat rejeki nomplok ? Ketika memiliki uang dalam jumlah extravaganza, kita pasti berpikir untuk apa uang tersebut akan digunakan. Ada yang berpikir akan menggunakan rejeki nomplok tersebut untuk amal, investasi, bahkan belanja/keliling dunia.

Tips pertama
kalau kamu dapat durian runtuh super, JANGAN LAKUKAN APAPUN SELAMA 1 BULAN PENUH. Lho, kenapa ? Jangan pernah mengambil keputusan pada saat kita merasa begitu panik atau senang. Kenapa ya ? Saat kita panik/euphoria (terlalu senang) saat itu emosi kita yang sedang pegang kendali. Tunggulah beberapa saat hingga euforia tersebut menghilang, dan berpikirlah dengan kepala dingin dan tenang. Hal ini juga berlaku kalau kamu sedang sangat senang dapat untung besar di saham, atau mungkin sebaliknya. Untung besar bikin kita senang luar biasa.Rugi besar bikin kita galau luar binasa.Oleh karena itu, tunggu emosi stabil. Rasanya sangat sulit memang, membendung perasaan euforia yang begitu menggebu nggebu seperti itu. Helloooo, tiba-tiba dapet sekian Milyar gitu lhoh! Pengen beli ini, beli itu, ini itu, ina inu! Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu kamu menetralkan euforia tersebut. Salah satu cara terbaik adalah berhenti dari aktivitas rutin dan lakukan hal lain seperti hobi atau mungkin yoga. Selama pikiran kamu BELUM tenang, JANGAN PERNAH, ambil keputusan investasi yang tidak bisa ditarik lagi secara terburu-buru.

Tips kedua
Setelah menetralkan emosi, cari seorang perencana keuangan terpercaya. Segera temui mereka untuk membantumu merencanakan dan mengelola portofolio investasimu. Orang yang akan kamu ajak konsultasi mengenai keuangan adalah harus benar-benar orang yang mau mengerti dan memahamimu. Ia punya sertifikasi khusus misalnya Certified Financial Planner ( CFP ), atau Certified Wealth Manager ( CWM ). Nah, sekarang setelah tenang, dan menemukan seorang konsultan keuangan yang bisa kamu percaya, what next ?

Dalam membangun keuangan yang baik dan benar, itu sama seperti membangun sebuah gedung bertingkat. Berikut beberapa pondasi keuangan yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk investasi dalam bentuk lain :
- Sisihkan dulu sejumlah uang yang kamu perkirakan bisa untuk memenuhi seluruh biaya hidup kamu dalam satu tahun.
- Pondasi keuangan kedua adalah : amankan nilai ekonomis / human life value (HLV) mu. Nilai ekonomis ? Apa pula itu ? Gampangnya gini, kalau kamu punya bebek bertelur emas, saat kamu bawa bebek itu keluar kota dan kamu dirampok, mana yang akan kamu lindungi lebih dulu? Bebeknya/telurnya? Mana yang punya nilai ekonomi lebih tinggi ? Konsultasikan dengan perencana keuanganmu untuk menghitung berapa nilai HLV yang tepat untuk kamu.
- Pondasi keuangan yang ketiga adalah : sisihkan rejeki nomplok itu untuk dana darurat. Tujuan utama dari menyiapkan dana darurat adalah sebagai dana talangan ketika ada hal yang mendesak. Contoh :tiba-tiba kamu kehilangan pendapatan dari pekerjaan utamamu, bisa jadi kamu ingin pindah pekerjaan,dll. Kamu tetap harus memiliki sebuah tabungan dana darurat, bisa jadi dibutuhkan untuk keperluan diluar semua itu.

Beberapa jenis dana darurat antara lain : dana darurat cash / credit card. Dana darurat dalam bentuk cash, idealnya minimum 3x pengeluaran bulanan, dan maximum 6x pengeluaran bulanan. Simpan dana tersebut dalam bentuk cash atau investasi yang paling likuid. Dana darurat yan kedua adalah: dana darurat asuransi kesehatan yang mencover Rumah Sakit.

Lebih lengkap mengenai pondasi keuangan, bisa di cek langsung di artikel Ellen May di official website nya

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

4.8.12

Tips Mengatur Keuangan Untuk Investasi - by Ellen May

mengatur keuangan
Investasi itu penting! Namun ternyata banyak yang tidak bisa invest karena penghasilan per bulan cuma numpang lewat. Percuma dong bicara banyak tentang investasi tapi ga bisa praktek karena ga ada dana. Solusinya? Semua hal besar dimulai dari langkah kecil, begitu juga investasi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit-bukit". Finansial pribadi kita seperti perusahaan, harus ada laba setiap bulan. Ini artinya penghasilan pengeluaran = kelebihan dana! Sebelum mulai investasi cek dulu, kalau tidak ada kelebihan dana stiap bulan, berarti financial kita tidak sehat.Yuk belajar alokasikan dana!

Pengeluaran terbagi menjadi beberapa bagian : Needs, Wants, Debts, Savings, & Investment.
Needs adalah hal-hal penting yang harus kita penuhi sehari-hari. Kalau needs tidak terpenuhi, akan mengganggu kehidupan kita. Needs menyangkut kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, dan pulsa hp :p Nah di luar needs, maka pengeluaran tersebut boleh dibilang tidak terlalu urgent.

Nah, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, jika kita punya hutang, baru alokasikan untuk segera melunasi hutang (DEBTS). Ada dua jenis kategori hutang, yaitu hutang baik (Goods Debts) & hutang buruk (Bad Debts). Hutang kok baik? Maksudnya? Hutang baik adalah hutang yang digunakan untuk keperluan usaha atau untuk investasi. Contoh dari hutang baik adalah :kredit truk untuk operasional usaha. Hutang Buruk (Bad Debts) yaitu hutang yang digunakan untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Hutang buruk / bad debts adalah hutang yang sekedar digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi kita. Contoh hutang buruk: kredit untuk gadget, untuk berlibur, untuk fashion dan kecantikan, dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki.

Pada prinsipnya hutang baik dan hutang buruk dibedakan bukan dari apa barangnya tapi berdasar kegunaannya. Kita tidak boleh berpikir negatif tentang hutang karena hutang baik bagai dongkrak untuk kemajuan finansial/bisnis. Terlepas dari itu semua kita harus membatasi diri kita sendiri, harus disiplin agar tidak tejebak dalam hutang buruk.

Alokasi dana selanjutnya yaitu WANTS. Wants diartikan sebagai dana yang dialokasikn untuk memenuhi keinginan kita bukan kebutuhan, sifatnya tidak mendesak. Apa saja yang termasuk Wants? Rekreasi, makan di cafe elite, rumah mewah, mobil mewah, hewan peliharaan ras, baju bermerek, dan lain-lain.

Setelah penghasilan kita dikurangi untuk NEEDS, DEBTS, dan WANTS, jika ada sisa bisa dialokasikan untuk SAVINGS! Jika kita termasuk orang yang susah untuk melakukan savings, bisa juga SAVINGS dialokasikan dulu di awal. Savings diartikan sebagai dana yang dialokasikan unutk berjaga-jaga saat kita membutuhkan / dana darurat dan sifatnya likuid. Apa saja sih yang termasuk Savings itu? Asuransi, dana pensiun, asuransi rumah, tabungan.

Nah, kalau sudah ada saving, baru kita alokasikan untuk INVESTASI. Namun perlu diingat, uang untuk investasi itu uang yang bebas dan tidak hutang. Macam-macam bentuk investasi antara lain deposito, properti, emas, reksadana, obligasi, saham.

Itu tadi bagian dari manjemen keuangan. Lalu, bagaimana cara kita membagi gaji kita agar tidak lari kemana-mana? Harus dibedakan dulu untuk orang yang punya hutang dan orang yang tidak punya hutang. Kalau kita punya hutang, alokasinya mjd : Needs 50%, Debts 30%, Wants 10%, Saving 10%. Contoh : jika pendapatan Rp 10.000.000, untuk Needs Rp 5.000.000, Debts Rp 3.000.000,Wants Rp 1.000.000 Saving Rp 1.000.000. Kalo kita tidak punya hutang, alokasinya menjadi : Needs 50%,Wants 15% , Saving 15% , Investasi 20%. Contoh: pendapatan Rp 5.000.000, jadi Needs Rp 2.500.000, Wants Rp 750.000, Saving Rp 750.000, Investasi Rp 1.000.000.

Nah bagaimana dengan aset alokasimu ? Yuk coba dihitung. Ga cuma dihitung lho, tapi juga harus bisa ACTION!! Mari wujudkan Indonesia maju dengan manajemen keuangan yang sehat !!! Salam profit, Ellen May.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

3.8.12

Tips Mengatur Keuangan (Financial Planning) - by Ellen May

Financial Planning
Hutang / debts dalam kehidupan sehari-hari dan marjin dalam saham ibarat pedang bermata dua.Tau kenapa? Di sisi pertama, hutang dapat mendongkrak kemampuan Kita untuk berbisnis & juga bertransaksi saham. Dengan akun marjin, maka Kita dapat membeli saham lebih banyak dengan modal yang lebih sedikit. Dengan hutang (good debts), Kita bisa mengembangkan bisnis dengan lebih cepat juga. Namun di sisi lain, hutang yang tidak bijak merupakan jalur cepat orang menjadi miskin. Kenapa ? Jika Kita berhutang tanpa perhitungan, maka kekuatan bunga-berbunga akan membuat Kita terbelenggu.

Apa saja yang termasuk bad debts ? Biasanya bad debts adalah hutang yg digunakan utk memenuhi keinginan / kebutuhan hidup. Good debts merupakan hutang yangg digunakan untuk keperluan bisnis, di mana imbal hasil yang diperoleh lebih besar dari bunga. Jika Kita berencana untuk melakukan good debts, harus dihitung baik-baik supaya return lebih besar daripada bunga hutang. Apa kaitannya penggunaan good debts ini dalam transaksi saham ?

Menggunakan akun margin dalam saham harus dengan bijaksana, yaitu ketika indikator teknikal dan fundamental mendukung. Jika Kita benar-benar yakin secara teknis / fundamental bahwa harga saham berpotensi naik,boleh gunakan marjin. Menggunakan akun marjin pada saham harus hati-hati, tidak boleh hanya berdasar feeling / rumor. Perhitungkan apakah imbal hasil cukup untuk menutup bunga margin ? Seberapa cepat saham akan naik?

Kembali lagi pada persoalan bad debts dalam kehidupan sehari-hari .Banyak orang yang berhutang untuk gaya hidup. Bagaimana ya melepaskan diri dari belenggu hutang / bad debts? Jika bad debts Kita memang disebabkan oleh kebutuhan hidup, bukan keinginan,oke lah..,segera lunasi ya!!! Usahakan jangan sampai hutang membangkak, karena bunga juga semakin membengkak dan menggerogoti kantong Kita. Tulis hutang mana yang paling tinggi bunganya dan paling berbahaya, prioritaskan untuk segera diselesaikan.

Untuk account margin dalam saham, jangan gunakan untuk trading saham gorengan karena sangat beresiko. Menggunakan akun margin memang memberi kelonggaran dibanding menggunakan akun biasa. Jika Kita menggunakan akun biasa, dibatasi 5 hari untuk membayar kelebihan transaksi Kita. Namun dengan akun margin, Kita bisa lebih lama menyimpan saham tanpa kuatir kena force sell. Namun hati-hati, bunga dalam akun margin saham cukup besar, berkisar 15%-18% setahun.

Gunakan fasilitas hutang dengan bijak untuk keperluan bisnis / good debts. Gunakan akun margin Kita dengan bijak pula, hanya untuk saham yang benar-benar potensial. Jangan berhutang / gadai untuk trading saham, forex, atau emas berjangka, karena cukup beresiko. Jika ingin memperbesar power dalam trading saham boleh pakai akun marjin dengan catatan seperti di atas.

Sumber dari Kultwit tentang investasi saham oleh Ellen May
semoga bermanfaat... keep blogging!!!

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...