IP
Showing posts with label Management Constructions. Show all posts
Showing posts with label Management Constructions. Show all posts

5.6.12

CV / PT untuk TENDER Konstruksi atau Konsultan

Apabila para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha berencana untuk ikut serta dalam TENDER yang dilakukan oleh instansi pemerintahan maupun swasta, maka perusahaan harus melengkapi izin-izin usaha lainnya, sebagai berikut :








  1. Dokumen Perusahaan seperti : Akta Pendirian, Surat Keterangan Domisili, NPWP, PKP, SK Menteri Kehakiman dan Ham RI (jika badan usaha PT), Pelaporan ke pengadilan negeri setempat (jika badan usaha CV), SIUP dan TDP
  2. Pemasokan Barang atau Jasa, Keanggotaan pada KADIN dan Sertifikasi Kompetensi KADIN klik KADIN
  3. Keanggotaan pada Asosiasi dan Sertifikat Badan Usaha, klik Sertifikat Badan Usaha
  4. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi Klik Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)
Sebagai langkah awal untuk perusahaan yang baru berdiri dan akan mengikuti Tender, sebaiknya penetapan modal disetor perusahaan disesuaikan dengan modal disetor yang memenuhi kualifikasi dalam TENDER.
Berikut adalah tabel konversi nilai modal disetor dalam SIUP dan nilai Batas Project dalam TENDER :
Kualifikasi Usaha Jasa Konstruksi
KUALIFIKASI Pelaksana Konstruksi ( KONTRAKTOR )
KualifikasiGolonganNilai Kekayaan Bersih(Modal Disetor)Batas Nilai Proyek/PekerjaanKlasifikasi SIUPDalam PT / CV
GRED 7BesarDiatas Rp. 10 milyarRp. 2.5 milyar tidak terbatasSIUP BESAR
GRED 6BesarDiatas Rp. 3 milyarRp. 2.5 milyar s.d 100 milyarSIUP MENENGAH
GRED 5MenengahDiatas Rp. 1 milyarRp. 2.5 milyar s.d 50 milyarSIUP MENENGAH
GRED 4KecilDiatas Rp. 400 jutaS.D Rp. 2.5 milyarSIUP KECIL
GRED 3KecilDiatas Rp. 100 jutaS.D Rp. 1.75 milyarSIUP KECIL
GRED 2KecilDiatas Rp. 50 jutaS.D Rp. 1 milyarSIUP KECIL
GRED 1Perorangan-S.D Rp. 300 juta-
KUALIFIKASI Perencana/Pengawas Konstruksi ( KONSULTAN )
KualifikasiGolonganNilai Kekayaan BersihBatas Nilai Proyek/PekerjaanKlasifikasi SIUPDalam PT / CV
GRED 4BesarDiatas Rp. 1 milyarRp. 2.5 milyar s.d tidak terbatasSIUP MENENGAH
GRED 3MenengahDiatas Rp. 200 jutaRp. 1 milyar  s.d 2.5 milyarSIUP KECIL
GRED 2KecilS.D Rp. 200 jutaS.D Rp. 1 milyarSIUP KECIL
GRED 1Perorangan-S.D Rp. 200 juta-


Kriteria Usaha Perdagangan di Indonesia
Tahap Proses Pendirian CV
Syarat & Biaya Pendirian CV


Sumber : http://ijintender.biz/pendirian-cv/cv-pt-untuk-tender-konstruksi-atau-konsultan/

Kriteria Usaha Perdagangan di Indonesia

Kriteria Usaha Perdagangan


N0GOLONGANNILAI KEKAYAAN BERSIH
1SIUP MikroMemiliki kekayaan bersih kurang dari Rp. 50.000.000,-(limapuluh juta rupiah)
2SIUP KecilMemiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,- (limapuluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,- (limaratus juta rupiah)
3SIUP MenengahMemiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 500.000.000,- (limaratus juta rupiah) sampai dengan Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah)
4SIUP BesarMemiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah)
Dari Kriteria tersebut, maka klasifikasi perusahaan berdasarkan SIUP, digolongkan menjadi :
  1. SIUP Kecil
  2. SIUP Menengah
  3. SIUP Besar
Khusus untuk perusahaan Perdagangan Mikro tidak diwajibkan memiliki SIUP, kecuali dikehendaki oleh pengusaha.
Khusus untuk perusahaan baru berdiri dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) nilai kekayaan bersih mengacu kepada jumlah Modal Disetor yang tercantum didalam akta pendirian perusahaan.


Sumber : http://ijintender.biz/pendirian-pt/kriteria-usaha-perdagangan-di-indonesia/

Pendirian Perseroan Komanditer (CV)

Bagaimana Proses Pendirian CV atau Perseroan Komanditer..?
Proses Pendirian CV  atau Perseroan Komanditer adalah lebih cepat dan murah dibandingkan Pendirian PT. Perbedaannya yaitu pada Pendirian PT dibutuhkan permohonan SK yang dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman dan Ham RI, sedangkan Pendirian CV cukup melaporkan kepada Pengadilan Negeri setempat.
Adapun definisi CV atau Commanditaire Vennootshap atau Perseroan Komanditer, adalah Badan Usaha yang didirikan oleh satu atau beberapa orang secara tanggung menanggung, bertanggung jawab untuk seluruhnya tau bertanggung jawab secara solider, dengan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang. Definisi ini sesuai dengan Kitab,Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 19 sbb :
Perseroan secara melepas uang yang juga dinamakan perseroan komanditer, didirikan antara satu orang atau beberapa pesero yang secara tanggung menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada pihak satu, dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain.
Persero Aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas perseroan.  Dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga.  Persero Komanditer selaku Persero Diam (sleeping partners) adalah anggota yang pasif, hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.
Di dalam CV tidak ditentukan jumlah modal minimal sehingga CV merupakan bentuk badan usaha yang dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan bagi para pengusaha yang akan melakukan kegiatan usaha dengan modal terbatas. Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di percetakan, catering, biro jasa, dan lain-lain dengan modal yang tidak terlalu besar dapat memilih CV sebagai alternatif badan usaha.
Pendirian CV juga tidak memerlukan formalitas.  Syarat dan prosedur pendirian CV adalah pendiriannya dilakukan oleh minimal 2 (dua) orang dan dengan menggunakan Akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Untuk pendirian CV tidak diperlukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu, sehingga prosesnya lebih cepat dan mudah.  Akan tetapi dengan tidak adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu menyebabkan banyak nama CV yang sama antara satu dengan yang lainnya.
Ketentuan Pendirian CVLangkah Awal Mendirikan CV
CV didirikan minimal oleh 2 (dua) orang atau lebih, dimana salah satunya bertindak selaku Persero Aktif (Persero Pengurus), sedangkan lainnya akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero Diam).
  1. Mempersiapkan nama yang akan digunakan oleh CV tersebut
  2. Tempat kedudukan CV
  3. Menentukan siapa yang akan bertindak selaku Persero Aktif dan Persero Komanditer
  4. Menentukan kualifikasi CV berdasarkan modal disetor, apakah masuk dalam kualifikasi SIUP Kecil, Menengah atau Besar
  5. Menentukan maksud dan tujuan usaha
Nama & Tempat Kedudukan PerusahaanModal Disetor
Nama & Tempat Kedudukan Perseroan Komanditer (CV) adalah persiapan paling utama. Para pelaku bisnis juga harus menentukan tempat kedudukan di daerah kota atau kabupaten dalam wilayah negara Republik Indonesia yang ditentukan dalam anggaran dasar dan Perseroan. Alamat lengkap sesuai tempat kedudukannya.Modal Perseroan ini tidak disebutkan didalam akta pendirian seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah mengenai modal yang disetor ke dalam perseroan.
Maksud dan Tujuan PerusahaanAnggaran Dasar Perseroan
Dalam menentukan maksud dan tujuan perusahaan yang akan dijalankan harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, ketertiban umum, dan/atau kesusilaan.

Anggaran dasar Perseroan yang tercantum didalam AKTA pendirian tidak mendapatkan pengesahaan dari Menteri, tetapi cukup  didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat sesuai tempat kedudukan Perseroan.
Dalam Akta Pendirian CV, akan memuat :Perubahan Akta Perseroan Komanditer
  1. Nama, nama depan, pekerjaan dan tempat tinggal para Persero.
  2. Penyebutan sebagai persero umum atau sebagai sesuatu perusahaan khusus.
  3. Para Persero yang ditunjuk.
  4. Mulai berlaku dan berakhirnya perseroan.
  5. Hak pihak ketiga terhadap perseroan.
Perubahan yang terkait dengan anggaran dasar Perseroan adalah dibuat oleh Notaris sebagai AKTA PERUBAHAN dan didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat.

Untuk informasi selanjutnya, silakan klik :



Sumber : http://ijintender.biz/pendirian-cv/

30.5.12

Perintah Dalam Command Gambar Autocad

Menggambar dengan autocad dapat menggunakan perintah pada command atau menggunakan tombol-tombol yang sudah disediakan dalam software autocad, namun menggambar dengan perintah command akan mempercepat proses pembuatan object dalam autocad, banyak sekali perintah-perintah yang dapat digunakan diantaranya adalah sebagai berikut:





LINE : Untuk membuat garis
PLINE : Untuk membuat garis satuan
CIRCLE : Untuk membuat lingkaran
ELLIPSE : Untuk membuat bulat telur/lingkaran lonjong/oval
FILLET : Untuk membuat lengkungan dgn di ketahui radiusnya
ARC : Untuk membuat lengkungan dgn tdk di ketauhui radiusnya/sembarang
CHAMFER : Untuk membuat garis miring antara dua garis horizontal dan vertical
DTEXT : Untuk membuat text
TRIM : Untuk memotong garis dgn garis Bantu
EXTEND : Untuk memperpanjang garis dgn garis Bantu
BREAK : Untuk memotong garis dgn tidak beraturan
COPY : Untuk memperbanyak gambar
MOVE : Untuk memindah gambar
MIRROR : Untuk membuat cerminan gambar
ROTATE : Untuk memutar gambar
ARRAY : Untuk membuat jari-jari lingkaran
OFFSET : Untuk memperbanyak garis dgn di ketahui jaraknya
POLYGON : Untuk membuat segi banyak
ERASE : Untuk menghapus gambar
DIVIDE : Untuk membagi garis dgn beberapa bagian dgn jarak yang sama
STRETCH : Untuk memperpanjang/memperpendek object(gambar)
DDEDIT : Untuk mengubah taxt
DDATTE : Untuk mengubah text atribut
CHANGE : Untuk mengubah text, height text, style text, ltype, layer, dan color atau bisa juga memakai perintah DDMODIFY
DONUT : Untuk membuat donat/lingkaran padat/bolong tengah
WBLOCK : Untuk membuat block
INSERT : Untuk memanggil block
EXPLODE : Untuk memecah block atau atribut
DIM : Untuk membuat dimensi
LAYER : Untuk membuat layer
PEDIT : Untuk menebalkan dan menyatukan garis
SOLID : Untuk membuat solid/aksiran padat
HATCH : Untuk membuat aksiran
CLOUD : Untuk membuat cloud/awan
SCALE : Untuk membesarkan/mengecilkan gambar
ZOOM : Untuk membesarkan/mengecilkan tampilan gambar
PAN : Untuk menarik layar
PLOT : Untuk mencitak gambar
UNDO : Untuk membatalkan perintah/command
REDO : Untuk membatalkan undo
SAVE : Untuk menyimpan gambar
OPEN : Untuk membuka gambar
NEW : Untuk membuka autocad baru


Selain perintah-perintah autocad diatas tentunya masih ada beberapa lagi silahkan di coba-coba atau langsung melihat pada menu help autocad untuk melihat macam-macam fungsi yang dapat digunakan, bagi yang hendak menambahkan dapat dimasukan dibawah.

Sumber : http://www.ilmusipil.com/perintah-dalam-command-gambar-autocad

14.11.11

Kegiatan Awal Pekerjaan Proyek

Setiap menghadapi suatu kegiatan proyek, pertama-tama perlu memahami dokumen kontrak (contract document). Isi dari dokumen kontrak berupa surat perjanjian antara pemilik bangunan dan kontraktor,
  1. Persyaratan umum dan administrasi ( general specification )
  2. Persayaratan teknis ( technical specification )
Dari dokumen kontrak ini kita dapat menjabarkan metode pelaksanaannya.Untuk metode pelaksanaan dari bagian-bagian kegiatan pekerjaannya,
  • perlu mengetahui biaya
  • durasi atau lama pekerjaan
  • mutu dan jumlah bahan yang akan dipakai
  • memperhitungkan kemampuannya dalam hal jumlah dan mutu dari sumber daya yang dimiliki : sumber daya manusia, sumber daya keuangan , dan sumber daya mesin/alat.
Sehingga dikenal dengan 5 M
  1. Man
  2. Money
  3. Machine
  4. Material
  5. Method and Management
Biasanya pada awal kegiatan suatu proyek diharuskan segera membuat rencana,
  1. Main schedule, atau jadwal pelaksanaan keseluruhan. Main schedule biasanya sudah merupakan lampiran dalam dokumen kontrak, tetapi dalam proses selama pelaksanaan dapat dirubah dengan tanggal akhir pelaksanaan tetap tidak berubah ; main schedule ini biasanya berupa bar chart dan time grid diagram/ net work planning, ataupun bentuk-bentuk lain untuk proyek-proyek tertentu.



  2. Detailed Schedule, yaitu jadwal pelaksanaan dari bagian-bagian pekerjaan sesuai urutannya dalam main schedule ,yang dibuat dalam bulanan dan mingguan untuk pegangan para pengawas lapangan, dan bahkan para pengawas lapangan juga membuat jadwal harian/ daily-schedule.



  3. Material Schedule, yaitu jadwal kebutuhan material bangunan, jadwal pemakaian material, dan jadwal pendatanganan material.



  4. Equipment Schedule, yaitu jadwal kebutuhan peralatan, jadwal pemakaian peralatan,jadwal pendatangan peralatan.



  5. Man Power Schedule, yaitu jadwal kebutuhan tenaga manusia dari pekerja samapai Project Manager.



  6. Metode kerja Pelaksanaan, yaitu metode kerja dari seluruh kegiatan bagian-bagian pekerjaan, sebagai contoh, metode kerja pelaksanaan bagian-bagian pekerjaan penggalian tanah, pengecoran beton, dewatering (penghilangan air) dan lain-lain.Dalam metode kerja ini harus jelas urutan kerjanya, penggunaan jenis dan kapasitas alat,kombinasi alat, pengamanan pekerjaan, jadwal kerja, letak alur dari jalan kerja pengangkutan dan gambar-gambar sketsa yang jelas.Demikian juga dengan metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan lainnya.Kemudian metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan tersebut secara keseluruhan digabung menjadi Usulan Metode Kerja dari Kegiatan Pekerjaan keseluruhan.



  7. Job Lay Out, berupa gambar rencana tata letak  bangunan-bangunan permanen, letek bangunan-bangunan sementara, letak barak pekerja, letak site office yaitu kantor owner, kantor konsultan dan kantor kontraktor di lapangan, letak bedeng-bedeng work-shop untuk pekerjaan kayu, besi beton, letak stone-crusher jika diperlukan, letak gudang material, letak bengkel, letak rumah genset, letak penyimpanan kendaraan dan alat berat, letak stok material pasir, kerikil, batu bata dan lain-lain, letak sumur bor jika ada, letak kamar mandi & WC, dan jalur jalan kerja untuk pengangkutan material dari luar, pengangkutan material ke lokasi pekerjaan dan lain-lainnya, yang digambar dengan skala tertentu untuk tujuan tertentu.



  8. Pagar keliling, untuk menghindari masuknya orang-orang umum yang dapat membahayakan dirinya terhadap alat-alat berat yang sedang bekerja, untuk keamanan dan untuk memberi batas yang jelas dari wewenang proyek.



  9. Bangunan sementara, yaitu site office, bedeng-bedeng kerja, gudang sementara, stock pile untuk material-material, rumah genset, jalan masuk/ keluar sementara.



  10. Shop Drawing, Gambar kerja secara detail dari masing-masing elemen-elemen struktur dan gambar kerja secara detail dari konstruksi sementara untuk menunjang struktur perancah untuk cetakan beton, gambar cetakkan betonnya, gambar rencana pemotongan tanah atau penggalian tanah, gambar rencana pengalihan sungai, dan lain-lain.; Gambar kerja ini harus selalu dibuat sebelumnya untuk diperiksakan konsultan supervisi dan safety-engineer , pada setiap bagian-bagian pekerjaan tersebut akan dimulai.



  11. Gambar Contour, /original ground level .Gambar original ground level atau biasa disingkat OGL ini harus disetujui bersama oleh kontraktor dan konsultan jika perlu owner, hal ini adalah sangat penting karena jika ada perubahan permukaan ( cut & fill ), maka perhitungan volume cut & fill dapat dihitung dengan dasar gambar original ground level tersebut.



  12. Mencari lokasi quarry terdekat, untuk proyek-proyek yang besar dan jauh dari kota atau pada daerah suburban, misalnya kegiatan pekerjaan bendungan, jalan raya, dan juga jika banyak menggunakan material lokal, misalnya pasir, kerikil, tanah urug dan lain-lain, maka lebih efisien untuk menambang sendiri dengan menyewa daerah penambangan tersebut, sudah barang tentu material yang didapat dari quarry harus diadakan investigasi terlebih dahulu di laboraturium, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dalam contract document.



  13. Membuat Struktur Organisasi, Struktur organisasi dari masing-masing, yaitu pemilik, konsultan dan kontraktor, harus segera dibuat.Semua pihak yakni pemilik, konsultan dan kontraktor, harus mempunyai struktur organisasi dari masing-masing pihak yang lain, hal ini untuk kepentingan intern masing-masing instusinya dan juga untuk kepentingan koordinasi dari semua pihak tersebut dalam menyelesaikna pekerjaannya.



  14. Sumber Daya Manusia, yaitu menentukan nama-nama pejabat untuk mengisi masing-masing jabatan dalam struktur organisasi dari masing-masing pihak.




Sumber : http://sanggapramana.wordpress.com/category/manajemen-proyek/

2.11.11

Menghitung Kebutuhan Pekerja untuk Pekerjaan Pasangan Dinding

Pada post ini saya sajikan dua buah perhitungan, yaitu pekerjaan pasangan dinding menggunakan bata merah dan dengan menggunakan bata ringan (ALC) dari Citicon. Hal ini dimaksudkan agar dapat dibandingkan antara keduanya disamping memberikan gambaran umum tentang pekerjaan pasangan dinding.

Hal-hal yang harus diketahui terlebih dahulu dalam perhitungan ini adalah:
1. Komposisi satu tim pekerja, yang meliputi Mandor, Tukang dan Pembantu Tukang.
2. Kemampuan satu tim pekerja perharinya.
Kedua hal tersebut bisa didapatkan melalui penelitian maupun pengalaman di lapangan.

Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Ringan

Satu tim pekerja pasangan dinding menggunakan bata ringan (ALC) terdiri dari 3 tukang dan 2 pembantu tukang. Dari hasil pengamatan didapat:

a) Hari pertama
Tukang 1 = 4,5 m x 1,5 m = 6,75 m^2
Tukang 2 = 4 m x 1,5 m = 6 m^2
Tukang 3 = 5 m x 1,5 m = 7,5 m^2
Total hasil pekerjaan pada hari pertama = 20,25 m^2.

b) Hari kedua
Tukang 1 = 4,8 m x 1,5 m = 7,2 m^2
Tukang 2 = 5,2 m x 1,5 m = 7,8 m^2
Tukang 3 = 5 m x 1,5 m = 7,5 m^2
Total hasil pekerjaan pada hari kedua = 22,5 m^2.

c) Hari ketiga
Tukang 1 = 4,2 m x 1,5 m = 6,3 m^2
Tukang 2 = 4 m x 1,5 m = 6 m^2
Tukang 3 = 4,8 m x 1,5 m = 7,2 m^2
Total hasil pekerjaan pada hari ketiga = 19,5 m^2.

Maka didapatkan rata-rata hasil pekerjaan perharinya = 20,75 m^2



Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Merah

Satu tim pekerja pasangan dinding terdiri dari 1 tukang dan 2 pembantu tukang. Dari hasil pengamatan didapat:

a) Hari pertama
Hasil kerja = 8 m x 2 m = 16 m2
Hasil pekerjaan pada hari pertama = 16 m2.

b) Hari kedua
Hasil kerja = 6 m x 2 m = 12 m2
Hasil pekerjaan pada hari kedua = 12 m2.

c) Hari ketiga
Hasil kerja = 6 m x 2 m = 12 m2
Hasil pekerjaan pada hari ketiga = 12 m2.

Maka didapatkan rata-rata hasil pekerjaan perharinya = 13,3 m^2



Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk pekerjaan pasangan dinding menggunakan bata ringan dapat dikerjakan oleh 0,048 tim perharinya atau dengan kata lain 1 tim dapat mengerjakan 1 m^2 pekerjaan dalam 0,048 hari.

Begitu pula dengan pekerjaan pasangan dinding menggunakan bata merah, pekerjaan ini dapat diselesaikan 0,075 tim perharinya atau dengan kata lain 1 tim dapat mengerjakan 1 m^2 pekerjaan dalam 0,075 hari.

Hasil perhitungan ini bersifat relatif tergantung kemampuan dan keahlian masing-masing tim yaitu yang terdiri dari mandor, tukang dan pembantu tukang. Penjelasan di atas dimaksudkan memberikan gambaran tentang prosedur perhitungan kebutuhan pekerja (tim) dalam pekerjaan pasangan dinding.


Sumber : http://harispradipta.blogspot.com/2010/09/menghitung-kebutuhan-pekerja-untuk.html

1.11.11

Concrete pump

Concrete pump adalah sebuah alat yang digunakan untuk mentransfer cairan beton dengan dipompa.Biasa dipakai pada gedung bertingkat tinggi dan pada area yang sulit untuk dilakukan pengecoran.
berikut adalah gambar concrete pump asli dan yang dipasang pada truck atau trailler yang di tambahkan dengan boom (tangan robot)











1. pompa standar/ concrete pump standar: jenis pekerjaan peruntukan banguan-bangunan rendah seperti Rumah tinggal, ruko, mall dan lain-lain yang ketinggian bangunannya di bawah 20 meter dan pemakaian pipa beton di bawah 60 meter concrete pump yang digunakan adalah concrete pump yang bar betonnya atau concrete presurenya antara 4 mpa atau 40 bar s/d 7 mpa atau 70 bar.
2. pompa longboom/ concrete pump longboom: jenis pekerjaan peruntukan untuk bangunan-bangunan tinggi seperti Perkantoran ruko lantai 5 s/d 7 lantai, yang ketinggian bangunanya diatas 20 meter, concrete pump yang digunakan adalah concrete pump yang bar betonnya atau concrete presurenya antara 8 mpa atau 80 bar s/d 40 mpa atau 400 bar, peruntukan concrete pump yang digunakan tergantung dari seberapa tinggi bangunan gedung tersebut.
3. pompa kodok/ forteble : jenis pekerjaan untuk bangunan-bangunan seperti proyek Dam/bendungan, subway, pelabuhan, jety, pondasi PLN, pondasi menara telephone dan gang/ jalan sempit yang tidak bisa dilalaui mobil pribadi yang jangkauan horizontalnya / mendatar dari 120 meter samapai 170 meter
4. pompa mini/ kecil / concrete pump mini : concrete pump dari jepang yaitu Truck mini Concrete Pump alat tersebut peruntukannya untuk bangunan-bangunan yang jalannya sempit dan ada portal yang hanya bisa dilalau mobil cold desel alat tersebut cocok untuk retail artinya untuk bangunan rumah tinggal ketinggian 1 s/d 2 lantai tetapi areanya terdapat di gang.



Sumber  http://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/22/concrete-pump/

Grader

Grader adalah alat berat yang digunakan untuk pemotongan tanah dengan tipis atau pemotongan tanah dekat tanah keras (subgrade)  (setelah dilakukan pemotongan tanah dengan dozer ataupun setelah diledakkan) dan pembuatan parit sementara di kanan kiri grader, yang dapat dilakukan dengan menggunakan blade grader yang dapat diputar vertikal dan horisontal sehingga dapat membuat parit sementara sesuai yang 
 





gambar pembuatan parit dengan blade grader


Sumber : http://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/23/grader/

8.9.11

Perhitungan Volume dan RAB Kolom Utama 15/25

Beton kolom utama merupakan struktur utama dalam pembangunan rumah dan berfungsi menahan beban. Semua beban yang bekerja, baik di atas dinding maupun di atas kolom itu sendiri akan terurai melalui kolom utama. Kolom utama mempunyai berat sendiri yang dipikul oleh pondasi telapak. Satuan dalam perhitungan pekerjaan beton kolom utama adalah m3.



Volume                               = (panjang x lebar x tinggi) x jumlah titik kolom
                                          = (0,25 x 0,15 x 3,5) x 10
                                          =1,323 m3
Analisa harga satuan pekerjaan kolom utama 15/25 per 1 m3 sebagai berikut.
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
beton cor
m3
1
442.050
442.050
cetakan beton
m2
16,5
76.700
1.265.000
 besi beton
kg
225
9.635
2.167.875
upah pekerja
Org
1
230.000
230.000

Jumlah
4.105.475

Jadi,biaya pekerjaan beton kolom utama 15/25 = 1,323 m3 x Rp4.105.475 = Rp5.431.543,43
Mudah kan????? 
 
Sumber : http://www.anakguru.co.cc/2011/07/perhitungan-volume-dan-rab-kolom-utama.html

Perhitungan Volume dan RAB Pondasi Telapak

Pondasi Telapak berfungsi memperkokoh struktur bangunan, memikul vertical seperti beban mati dan beban hidup, serta beban horizontal gempa dan angin. Satuan dalam pperhitungan pondasi telapak adalah m3






Dalam perhitungan volume fondasi telapak terbagi beberapa luasan yaitu luas persegi empat dan segi tiga.
Volume                     = ((panjang x lebar x tinggi) + (1/2 x alas x tinggi)x2) x jumlah titik
                                = ((0,6 x 0,6 x 0,35) + (0,2 x 0,2 x 0,5)x2) x 10
                                = 2,36 m3 
Sebelum harga satuan pekerjaan pondasi telapak dianalisa. Terlebih dahulu dianalisa harga satuan item-item pekerjaan sebagai berikut
-          *Pekerjaan cor beton per 1 m3
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
Semen
Sak
6,8
39.000
265.200
Pasir pasang
m3
0,540
125.000
67.500
Split
m3
0,81
135.000
109.350

Jumlah
442.050

-          *Upah cor beton per 1 m3
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
Mandor
Org
0,3
-
-
Kepala Tukang
Org
0,1
-
-
 Tukang Batu
Org
1,0
50.000
50.000
Pekerja

6
30.000
180.000

Jumlah
230.000

NB: dalam kasus ini tidak melibatkan mandor dan kepala tukang jadi prinsipnya owner langsung berhubungan dengan tukang dan pekerja, tapi jika anda menggunakan mandor dan tukang tinggal menambahkan harga satuannya.
*Pekerjaan pembesian per 100 kg
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
Besi beton
Kg
110
5.000
550.000
Kawat beton
Kg
2
8.000
16.000
 Tukang besi
Org
6,75
50.000
50.000
Pekerja
Org
2
30.000
180.000

Jumlah
963.500

*Cetakan beton per 1 m2
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
Kayu kelas III
m3
0,03
2.450.000
73.500
Paku
Kg
0,40
8.000
3.200

Jumlah
76.200

*Analisa harga satuan pekerjaan beton pondasi telapak per 1 m3 sebagai berikut
Jenis Bahan dan Tenaga
Satuan
Koef.
Harga Satuan
(Rp)
Jumlah Harga
(Rp)
Beton cor
m3
1
442.050
442.050
cetakan beton
m2
0,7
76.700
53.690
besi beton
kg
147,5
9.635
1.421.163
upah cor
m3
1
230.000
230.000
buka cetakan/siram
org
1
30.000
30.000

Jumlah
2.176.903

Jadi, total biaya pekerjaan pondasi telapak          = 2,36 m3 x Rp 2.176.903
                                                                           = Rp 5.137.491

Selamat mencoba!!!!!!

Download contoh Perhitungan :

RAB Pondasi Telapak
Sumber : http://www.anakguru.co.cc/2011/07/perhitungan-volume-dan-rab-pondasi.html

il

il
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...